/
Senin, 19 September 2022 | 18:22 WIB
Ilustrasi resesi global (Foto: Istimewa)

Deli.Suara.com Bank Dunia mengungkapkan akan terjadi resesi global pada tahun 2023. Resesi tersebut muncul dikarenakan ada perlambatan yang cukup signifikan di 3 negara ekonomi besar seperti AS, China dan Eropa. 

Banyak Bank Sentral di dunia yang menaikkan besaran bunga acuannya guna memerangi inflasi. Semakin hari kita diperlihatkan ancaman resesi yang kian nyata.

Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin mengatakan realisasi positif pertumbuhan ekonomi sudah tidak relevan lagi menggambarkan kondisi ekonomi secara menyeluruh. 

“Karena sudah digerogoti oleh tingginya inflasi. Jadi realisasi pertumbuhan ekonomi nasional yang membukukan pertumbuhan di kisaran 5% tidak mencerminkan pemulihan daya beli. Jadi kita jangan terpaku di angka saja. Seperti resesi global akan mengakibatkan kontraksi ekonomi atau memicu inflasi dalam rentang angka tertentu. Tetapi masyarakat juga perlu tahu bahwa resesi global ini bisa diterjemahkan bahwa ada banyak negara di luar yang tengah berhadapan dengan ekonomi sulit seperti gaji yang tidak mengalami kenaikan, banyak pekerjaan yang hilang, kenaikan harga BBM atau energi 10 kali lipat yang bermuara pada penurunan kualitas hidup manusianya,” jelas Gunawan Benjamin, Senin (19/92022).

Gunawan menuturkan, resesi ini bisa menular ke negara lain termasuk Indonesia. Beberapa kondisi yang telah kita rasakan di antaranya adalah kenaikan harga BBM serta kenaikan harga bahan pangan, atau biasa dikenal dengan inflasi. 

“Artinya, kita juga akan merasakan dampak dari memburuknya ekonomi di negara lain. Ancaman resesi yang dikemukakan oleh Bank Dunia itu bukan hanya terletak pada angka ekonomi saja,” katanya.

Sejauh ini, sejumlah masyarakat di Eropa terancam kedinginan karena pasokan gas yang berhenti dari Rusia. Ancaman kedinginan di tengah resesi ini tentunya membuka peluang terjadinya ancaman krisis sosial yang bisa meluas.

Artinya, ancaman resesi itu bisa datang lebih cepat dan bisa memburuk serta meluas ke masalah lainnya, yaitu terjadinya kerusuhan atau krisis sosial.

Krisis sosial itu juga akan sangat menentukan kondisi ekonomi suatu negara. Meskipun pada umumnya krisis sosial terjadi karena tekanan ekonomi sebelumnya.

Baca Juga: Video Naik Private Jetnya Viral, Ketua Banggar DPR ini Ngotot Hapus Daya Listrik 450 VA

“Nah ancaman resesi global ini juga ancaman buat kita di sini. Ke depan yang penting bagaimana kita bisa meminimalisir dampak dari resesi global tersebut. Memenuhi kebutuhan dasar masyarakat seperti pangan, listrik dan BBM termasuk pengendalian harganya menjadi skala prioritas agar kita selamat dari ancaman resesi,” tandasnya.

Load More