Deli.Suara.com - Polsek Percut Sei Tuan sedang melakukan penyelidikan mendalam terkait dengan aksi begal bersenjata tajam (Sajam) di Jalan Pukat VII Medan.
"Mudah-mudahan ada hasil dalam waktu dekat," terang Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol M Agustiawan, kepada Deli.Suara.com, Rabu (28/9/2022).
Ia mengatakan pihaknya telah mendatangi lokasi kejadian dan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi-saksi maupun kamera CCTV yang merekam kejadian tersebut.s
Sebelumnya, aksi perampokan mengerikan terjadi di Jalan Pukat VII Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, Senin (26/9/2022) pagi sekitar pukul 05.00 WIB.
Dalam aksinya pelaku berjumlah tiga orang membawa senjata tajam (Sajam) jenis parang merampok sepeda motor korban bernama M Safi'i (21). Sadisnya lagi, korban sudah berlindung masuk ke dalam rumah, namun pelaku terus meringsek masuk.
"Kejadian semalam pagi saat saya mau bekerja jualan nasi ayam, mau nyusun barang ke dalam mobil," kata korban.
Safi'i mengatakan pagi itu, ia berangkat dari tempat tinggalnya di kawasan Jalan Sumatera Medan menuju tempatnya bekerja di Jalan Pukat VII.
"Saya setiap pagi memang datang kemari dulu (Jalan Pukat VII) naik sepeda motor, lalu nanti jualannya di Jalan Sumatera," katanya.
Diduga pelaku sudah mengintai korban, pada Senin pagi kemarin begitu korban masuk ke dalam ruko, pelaku juga masuk sambil membawa parang.
Baca Juga: Dikritik Berbadan Pendek, Lisandro 'Si Tukang Jagal' Pilih Fokus Buat MU
"Memang saat saya masuk ke dalam ruko, saya lihat ada dua sepeda motor, ada tiga orang di depan ruko," ungkapnya.
Safi'i menjelaskan saat kejadian salah seorang wanita di dalam ruko sempat berusaha untuk menutup pintu namun pelaku mengancam menggunakan parang.
Korban yang ketakutan hanya bisa pasrah sepeda motornya dibawa kabur pelaku. Pasca kejadian korban mengaku sudah membuat laporan ke pihak berwajib.
"Sepeda motor saya hilang. Saya Sudah buat laporan ke Polsek Percut Sei Tuan," tukasnya.
Reporter : Beni Nasution
Berita Terkait
-
Polisi Kantongi Identitas Bandit Begal Motor Modus Tuduh Korban Pelaku Kekerasan di Jagakarsa Jaksel
-
Viral Dua Pelaku Begal di Ilir Barat I Palembang Melarikan Diri, Terjerambab di Anak Sungai
-
Polisi Beberkan Peran 3 Bandit Bercelurit usai Rampas HP di Cilincing Jakarta Utara
-
Total 3 Pelaku Begal Sadis di Cilincing Tertangkap, saat Beraksi Beringas, Ditangkap Polisi Kayak Ayam Sayur
-
2 Pengamen Modal Pistol Mainan 4 Kali Merampok Minimarket dan Warung di Surabaya, Petualangan Berakhir di SPBU
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026