/
Kamis, 29 September 2022 | 16:33 WIB
Gedung Bank Sentral Amerika Serikat. (Istimewa.)

Namun, bank sentral memulai pengetatan kuantitatif pada Juni dan juga menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin dalam tiga pertemuan berturut-turut. Ini yang menandai langkah kebijakan terberat The Fed sejak 1980-an untuk menjinakkan inflasi yang lebih besar daripada perkiraan pasar.

Menurut Druckenmiller, The Fed membuat kesalahan fatal dan berlangsung sangat lama pada kebijakan pelonggaran kuantitatif di masa lalu. 

Jika resesi terjadi pada akhir tahun 2023, seperti yang diramalkan Druckenmiller, bukan tidak mungkin The Fed akan berbalik arah dengan kembali dengan memangkas suku bunga secara bertahap dan menggemukkan lagi neraca keuangan mereka.

Ketika itu terjadi, maka lonjakan nilai di pasar saham, kripto dan properti akan terjadi, satu situasi yang sangat dinantikan investor dunia. [NS]

Load More