Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani membuat pernyataan bahwa masyarakat Indonesia perlu bersiap-siap atas kemungkinan resesi global yang akan terjadi pada 2023. Masyarakat yang masih tetap ingin berinvestasi pun dituntut mempersiapkan aset yang aman saat resesi, atau saat gejolak ekonomi tengah terjadi.
Sinyal resesi telah terjadi setelah bank-bank sentral di banyak negara menaikkan suku bunga acuan, termasuk di Indonesia.
"Bank Dunia sudah menyampaikan kalau bank sentral di seluruh dunia melakukan peningkatan suku bunga secara cukup ekstrem dan bersama-sama, maka dunia pasti mengalami resesi di 2023. Inilah yang sekarang sedang terjadi," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa secara virtual, Senin (27/9/2022).
Dalam kondisi seperti ini, investasi yang paling aman adalah dengan aset yang bersifat safe heaven. Berikut beberapa contohnya.
1. Emas
Salah satu instrumen investasi yang banyak dilirik adalah emas. Emas juga dianggap aset yang aman karena harganya cenderung stabil. Aset dalam emas juga minim risiko untuk jatuh terlalu jauh. Orang-orang biasanya membeli emas murni atau perhiasan emas yang disimpan sebagai aset. Di samping itu, ada juga bentuk tabungan emas seperti yang ditawarkan oleh Pegadaian.
2. Reksadana
Reksadana merupakan instrumen investasi aman yang cocok dimanfaatkan oleh para pemula. Merujuk pada UU Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995 reksadana adalah jenis investasi yang cara kerjanya mengumpulkan uang dari investor yang kemudian dikelola oleh manajer investasi atau MI.
MI yang sudah mengumpulkan uang dari investor akan membaginya ke dalam penempatan investasi yang ada di pasar modal maupun pasar uang. Return atau keuntungan yang didapatkan oleh MI kemudian dikembalikan lagi kepada investor.
Baca Juga: Begini Cara Bobby Nasution Dorong Investasi di Kota Medan
Pembagian pos reksadana ke dalam pasar modal atau pasar uang ditentukan oleh MI. Namun, sebelumnya MI melakukan screening terlebih dahulu tentang profil risiko investor. Investor akan diberi sejumlah pertanyaan yang digunakan untuk menakar risiko investasi. Memilih manajer investasi juga bisa dilakukan lewat aplikasi telepon pintar.
3. Surat Berharga Negara (SBN)
Surat Berharga Negara (SBN) merupakan surat berharga berupa surat pengakuan utang dalam mata uang rupiah maupun valuta asing yang dijamin pembayaran bunga dan pokoknya oleh negara. Jaminan pembayaran utang oleh negara inilah yang membuat SBN menjadi instrumen investasi yang aman, bahkan di masa krisis sekalipun. SBN bisa dikelompokkan dalam beberapa jenis. Antara lain Surat Perbendaharaan Negara (SPN), Obligasi Ritel Indonesia (ORI), Sukuk Negara Ritel (STR), dan Sukuk Tabungan (ST). Jenis-jenis tersebut memiliki skema investasi dan besar keuntungan yang berbeda.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
-
Alasan Kenaikan Suku Bunga Acuan Jadi Penyebab Krisis Ekonomi Dunia
-
Duna Diguncang Resesi, Sri Mulyani Pastikan Daya Tahan Ekonomi Indonesia Sangat Kuat
-
Pengamat dari UI Pertanyakan Kesiapan Indonesia Terima Investasi dari Dunia
-
Dilaporkan Atas Kasus Penipuan Berkedok Investasi Minyak Goreng, Pengusaha di Bantul Ini Beri Klarifikasi
-
Begini Cara Bobby Nasution Dorong Investasi di Kota Medan
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi
-
Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa
-
Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli
-
Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka
-
Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru
-
Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan
-
Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit
-
Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil
-
Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik
-
Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN