Terapi bekam sudah menjadi pengobatan tradisional yang tidak asing lagi di telinga masyarakat, lalu bolehkah terapi bekam dilakukan saat haid? Terapi bekam sudah digunakan oleh nenek moyang kita untuk mengobati berbagai macam penyakit.
Di zaman milenial ini, terapi bekam masih digunakan sebagian masyarakat selain pengobatan medis.
Terapi Bekam untuk Wanita Haid
Haid merupakan suatu hal lumrah yang terjadi pada wanita yang sudah baligh. Namun, tidak semua wanita memiliki siklus haid yang sama, setiap wanita memiliki perbedaan siklus, tergantung dari faktor yang mempengaruhinya.
Terapi bekam bisa dijadikan pengobatan alternatif oleh siapa saja, namun di kalangan wanita, saat ingin melakukan terapi ini seringkali melontarkan pertanyaan apakah terapi ini aman dilakukan saat wanita tersebut sedang haid?
Permasalahan ini seringkali menjadi pertanyaan dari kaum wanita, terlebih lagi mengenai terapi bekam basah yang dalam prosesnya mengeluarkan darah. Para wanita khawatir, karena saat haid, mereka mengeluarkan darah dari tubuhnya.
Umumnya, darah yang dikeluarkan oleh wanita yang sedang haid hanya berkisar 10 ml, 35 ml dan 80 ml. Lalu, bolehkah wanita haid melakukan terapi ini? Sebenarnya terapi bekam boleh saja dilakukan oleh wanita yang sedang haid, tergantung dari kondisi pasien tersebut.
Dilansir dari YakinSehat.id, jika seorang wanita haid tidak memungkinkan untuk melakukan terapi, sebaiknya menunda dahulu terapi bekam, namun jika memungkinkan dan tidak berakibat fatal pada si pasien, pengobatan ini boleh dilakukan.
Jadi, jika wanita yang sedang haid tersebut ingin melakukan bekam basah, sebaiknya tunda dulu jika stamina dan kondisinya tersebut tidak memungkinkan. Namun, sebaliknya jika wanita tersebut kondisinya kurang baik melakukan terapi bekam basah, pasien tersebut bisa mencoba melakukan terapi bekam kering tanpa mengeluarkan darah.
Baca Juga: Dear Mahasiswa, Ini 5 Rekomendasi Buku Bacaan untuk Menata Masa Depan
Titik Bekam
1. Fakhd
Terletak di paha batang tulang remur, bagian depan terletak antara lutut dan lipatan paha.
2. Qithon
Terletak di punggung bawah, antara tulang belakang lumbal 4 dan sakral 1.
Jadi, terapi bekam saat haid boleh saja dilakukan, tergantung kondisi pasien tersebut. Jika kondisi pasien tidak memungkinkan, sebaiknya menunda pengobatan atau mengganti metode pengobatan yang lebih tepat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Cuma Rp1 Jutaan, LG PuriCare AeroMini Pembersih Udara dengan HEPA Filter dan Smart Control
-
BPJS Bukan Simbol Kemiskinan: Melawan Stigma Kelas dalam Layanan Kesehatan
-
Pondok Pesantren Kini Boleh Kelola Dapur MBG Sendiri
-
Kronologi Kasus Deepfake AI di Jateng: Ditolak Mantan Pacar, Mahasiswa Semarang Sebar Konten Porno
-
Peternak Sapi Perah Indonesia Menua, Regenerasi Jadi Tantangan Besar Industri Susu
-
Kasus Yurizal dan Pelajaran Besar tentang Empati Tenaga Kesehatan di Era Media Sosial
-
3 Mantan Pejabat Ditjen Bea Cukai Dicecar Soal Dugaan Suap Impor Barang
-
Ada Lex Specialist Dalam RUU PA: Penyitaan Aset Sebelum Persidangan Pokok Perlu Diuji
-
Raih 106 Juta Views, I Will Find You Masuk Top 10 Serial Populer di Netflix
-
Polda Jateng Tangkap Mahasiswa Penyebar Konten Pornografi Berbasis Deepfake