SuaraSumedang.id - Film Jagat Arwah menawarkan atmosfer klenik yang diberi sentuhan fantasi sehingga bisa membuat penonton ikut terbawa suasana.
Kemudian, dalam film Jagat Arwah ini pun menyiratkan sejumlah pantangan di Jawa yang mana bila diabaikan konon dapat menyebabkan malapetaka.
Lantas apa saja lima pantangan di Jawa yang tersirat di film Jagat Arwah? sebagaimana dikutip dari siaran resmi Visinema:
1. Orang Rukun Marang Wong Tuo (tidak rukun dengan orang tua)
Hubungan Raga (Ari Irham) dengan ayahnya, Sukno (Kiki Narendra) digambarkan penuh ketegangan dan tidak harmonis.
Keduanya memiliki masalah komunikasi yang fatal, sehingga memicu perang dingin selama bertahun-tahun.
Mengacu pada satu di antara mitos di Jawa, apabila sang anak mengabaikan kondisi yang buruk dengan orang tua, ia berpeluang mendapat masalah di masa mendatang.
2. Mangan Ndisiki Wong Tuo (makan mendahului orang tua)
Masih mengisahkan seputar hubungan Raga dan sang Ayah, orang-orang Jawa pun sangat mementingkan etika, bahkan sampai di ranah dapur.
Baca Juga: 13 Rekomendasi Hotel dan Penginapan di Sumedang yang Nyaman
Mereka percaya apabila makan mendahului orang tua juga memiliki konsekuensi tersendiri.
3. Keluar rumah larut malam diculik makhluk halus
Dalam film Jagat Arwah ini, Raga kerap kali pulang ke rumah larut malam setelah sibuk latihan band.
Sesuai dengan pantangan nenek-kakek terdahulu, berkeliaran lewat Magrib bisa diculik oleh makhluk halus.
Dalam film ini, Raga diikuti oleh satu di antara arwah gentayangan di dekat tempat tinggalnya, dengan lokasi syuting di Kaliangkrik.
4. Burung gagak pertanda buruk.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Cinta Terbentur Visa: Pria Singapura yang Jadi Petani di Tanggamus Kini Terancam Deportasi
-
Mafia Masuk PTN Terbongkar: 3 Dokter Aktif di Jatim Jadi Otak Sindikat Joki UTBK Beromzet Miliaran
-
Cegah Kelelahan dan Dominasi Elit, Titi Anggraini Desak Pemisahan Pemilu Nasional-Daerah
-
Perempuan Harus Terus Membuktikan Diri: Tanda Emansipasi Setengah Jalan?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Rambut Siswi Berhijab Dipotong Paksa, Dedi Mulyadi Cecar Guru SMKN 2 Garut: Masalahnya Apa?
-
Smart Band untuk Apa? Kenali Fungsi dan Perbedaannya dengan Smartwatch
-
Apakah 15 Mei 2026 Cuti Bersama? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
-
Real Madrid Buka Investigasi Resmi Buntut Keributan Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni
-
Investor Aset Kripto Terus Menjamur Tembus 21,37 Juta