/
Minggu, 02 Oktober 2022 | 18:35 WIB
Tangkapan layar kerusuhan di Stadion Kanjuruhan yang berujung tragedi maut. (Istimewa)

Deli.Suara.com - Tragedi tewasnya suporter mencapai ratusan orang sangat memilukan dan memalukan, di Stadion Kanjuruhan, Malang, kemarin. Pemerhati sepak bola menyarankan PSSI harus belajar dengan FA.

"Pertama, saya mengucapkan turut berduka cita mendalam wafatnya suporter dan aparat dalam tragedi kelam ini. Serta berbelasungkawa atas kepada keluarga korban yang ditinggalkan," ucap Pemerhati Sepak bola, Indra Efendi Rangkuti, Minggu (2/9/2022).

Dikatakannya, sejuta gol tak akan berhati hilangnya nyawa manusia. Ini merupakan cambukan keras kepada PSSI, klub maupun Polri untuk mengedukasi kepada suporter dengan benar. 

"Kalah menang itu biasa dipertandingan sepak bola. Jangan suporter bersikap berlebihan untuk membela klub sampai menimbulkan kerusuhan," ucapnya. 

Indra menyorti tentang adanya gas air mata yang dilakukan oleh pihak polisi di dalam stadion. Karena peraturan FIFA sangat melarang adanya gas air mata di dalam stadion. 

"Nah, apakah PSSI sudah melakukan sosialisasi kepada Polri terhadap gas air mata ini? Karena ini sangat dilarang FIFA," ucapnya.

"Saya juga melihat, apakah PSSI dan Polri sudah memiliki SOP jumlah banyaknya suporter dengan jumlah pengamanan di dalam stadion? Sebab, di setiap stadion kapasitasnya berbeda-beda," tambah Indra.

Ia mengisahkan, kejadian memilukan dan memalukan ini pernah dialami oleh Liga Inggris. Dua tragedi Heysel terjadi pada tanggal 29 Mei 1985 di mana pada saat itu tengah terjadi pertandingan antara Liverpool dan Juventus di Piala Champions. 

Serta tragedi Hillsbrough terjadi ketika Semifinal FA Cup 1989 mempertemukan Liverpool Vs Nottingham Forest. Saat itu, klub Inggris tidak boleh main selama lima musim. 

Baca Juga: Cek Ramalan Zodiak untuk Senin, 3 Oktober 2022

"Tapi Timnas Inggris tetap bisa berlaga di Piala Dunia 1986, Piala Eropa 1988 dan Piala Dunia 1990,"ucapnya.

Atas tragedi ini, asosiasi sepak bola Inggris atau The Football Association (FA)  terus berbenah. Indra bilang PSSI harus belajar terhadap FA yang dulunya kejadiannya sama.

"FA terus berkordinasi dengan pihak kepolisian dan stakeholder lainnya untuk serius membenahi klub yang dulunya sangat 'berengsek'. Tapi lihat hasilnya sekarang, mereka adalah suporter terbaik di dunia," ucapnya. 

Koordinasi dengan FIFA
Indra menyarankan,  PSSI harus cepat berkoordinasi dengan FIFA. sebelum dijatuhkan sanksi. Karena kedepannya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U 20 2023 mendatang dan mengikuti kompetisi internasional lainnya.

"PSSI harus bisa melobi untuk menyelamatkan Timnas kita. Agar bisa bertanding internasional. Walaupun sebagai pengalaman negara lain seperti Inggris maupun Mesir 2015 masih bisa," ucapnya.

Disamping itu, PSSI dan polisi cepat melakukan investigasi dengan cepat untuk mengusut tuntas terhadap kasus ini. 

Load More