Deli.Suara.com - Tragedi tewasnya suporter mencapai ratusan orang sangat memilukan dan memalukan, di Stadion Kanjuruhan, Malang, kemarin. Pemerhati sepak bola menyarankan PSSI harus belajar dengan FA.
"Pertama, saya mengucapkan turut berduka cita mendalam wafatnya suporter dan aparat dalam tragedi kelam ini. Serta berbelasungkawa atas kepada keluarga korban yang ditinggalkan," ucap Pemerhati Sepak bola, Indra Efendi Rangkuti, Minggu (2/9/2022).
Dikatakannya, sejuta gol tak akan berhati hilangnya nyawa manusia. Ini merupakan cambukan keras kepada PSSI, klub maupun Polri untuk mengedukasi kepada suporter dengan benar.
"Kalah menang itu biasa dipertandingan sepak bola. Jangan suporter bersikap berlebihan untuk membela klub sampai menimbulkan kerusuhan," ucapnya.
Indra menyorti tentang adanya gas air mata yang dilakukan oleh pihak polisi di dalam stadion. Karena peraturan FIFA sangat melarang adanya gas air mata di dalam stadion.
"Nah, apakah PSSI sudah melakukan sosialisasi kepada Polri terhadap gas air mata ini? Karena ini sangat dilarang FIFA," ucapnya.
"Saya juga melihat, apakah PSSI dan Polri sudah memiliki SOP jumlah banyaknya suporter dengan jumlah pengamanan di dalam stadion? Sebab, di setiap stadion kapasitasnya berbeda-beda," tambah Indra.
Ia mengisahkan, kejadian memilukan dan memalukan ini pernah dialami oleh Liga Inggris. Dua tragedi Heysel terjadi pada tanggal 29 Mei 1985 di mana pada saat itu tengah terjadi pertandingan antara Liverpool dan Juventus di Piala Champions.
Serta tragedi Hillsbrough terjadi ketika Semifinal FA Cup 1989 mempertemukan Liverpool Vs Nottingham Forest. Saat itu, klub Inggris tidak boleh main selama lima musim.
Baca Juga: Cek Ramalan Zodiak untuk Senin, 3 Oktober 2022
"Tapi Timnas Inggris tetap bisa berlaga di Piala Dunia 1986, Piala Eropa 1988 dan Piala Dunia 1990,"ucapnya.
Atas tragedi ini, asosiasi sepak bola Inggris atau The Football Association (FA) terus berbenah. Indra bilang PSSI harus belajar terhadap FA yang dulunya kejadiannya sama.
"FA terus berkordinasi dengan pihak kepolisian dan stakeholder lainnya untuk serius membenahi klub yang dulunya sangat 'berengsek'. Tapi lihat hasilnya sekarang, mereka adalah suporter terbaik di dunia," ucapnya.
Koordinasi dengan FIFA
Indra menyarankan, PSSI harus cepat berkoordinasi dengan FIFA. sebelum dijatuhkan sanksi. Karena kedepannya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U 20 2023 mendatang dan mengikuti kompetisi internasional lainnya.
"PSSI harus bisa melobi untuk menyelamatkan Timnas kita. Agar bisa bertanding internasional. Walaupun sebagai pengalaman negara lain seperti Inggris maupun Mesir 2015 masih bisa," ucapnya.
Disamping itu, PSSI dan polisi cepat melakukan investigasi dengan cepat untuk mengusut tuntas terhadap kasus ini.
"Arema sebagai tuan rumah harus diberikan dengan tegas. Diturunkan kasta atau bertanding tanpa penonton di luar pulau Jawa" pungkasnya.
Reporter : Beni Nasution
Berita Terkait
-
Tragedi Kanjuruhan Jadi Pertandingan Sepak Bola Paling Mematikan Kedua di Dunia
-
Ketum PAN Berduka Atas Tragedi Kanjuruhan, Kecam Penggunaan Gas Air Mata
-
Manajemen Arema FC Tak Pedulikan Sanksi PSSI: Yang Kami Pikirkan Korban dan Keluarganya
-
Presiden RI Sampaikan Duka Cita dan Perintahkan Kapolri Usut Tuntas Tragedi Stadion Kanjuruhan
-
Meski Dipecat dari Polri, Ferdy Sambo Disebut Masih Punya Kekuatan
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Brace Harry Kane Bawa Inggris Tantang Meksiko di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
-
BRI Tegaskan Jadi Korban Dugaan Kredit Fiktif, Apresiasi Langkah Cepat Polda Sumsel
-
Bank Sumsel Babel Borong 6 Penghargaan Infobank 2026, Pertahankan Predikat Layanan Terbaik
-
Menembus Lautan, PTBA dan PKBM Pesona Hadirkan Akses Pendidikan di Pulau Tegal
-
Diduga Masalah Asmara, Begini Kronologi Siswi SMP Terjun ke Sungai Beliti
-
Sulitnya Cari Solar, Bus AKAP Mogok di Jalintas Sumatera karena Kehabisan BBM
-
Harga BBM Turun, Pengguna Pertamax di Palembang: Turunnya Dikit, Lumayan Lah!
-
Anggaran Lampu Jalan Palembang Melonjak dari Rp11 Miliar ke Rp140 Miliar, Ada Apa?
-
Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak
-
Kasus Abdul Wahid, KPK Periksa Sekda Riau dan Bupati Indragiri Hulu