SuaraSumedang.id - Satu di antara kuasa hukum keluarga Brigadir J, Martin Lukas menyebut, Ferdy Sambo bisa saja masih memiliki kekuasaan mesti sudah tak menjadi anggota Polri.
Eks Kadiv Propam Polri tersebut merupakan satu dari lima tersangka pembunuhan berencana Brigadir J alias Yosua Hutabarat yang akan segera memasuki tahap persidangan.
Sebab, berkas perkara Ferdy Sambo dan keempat tersangka lain, seperti Bharada E, Bripka RR, Kuat Maruf, dan Putri Candrawathi telah dinyatakan lengkap P21 oleh Kejaksaan Agung.
Meski begitu, tim kuasa hukum keluarga mendiang Yosua itu masih mewanti-wanti mengenai adanya intervensi orang Sambo dalam persidangan.
"Berulang kali saya katakan ya, Ferdy Sambo ini adalah eks Kadiv Propam, kita lihat karirnya bagaimana naiknya, cepat kan? di luar dari yang biasa," ucap Martin Lukas, saat berbincang di Apa Kabar Indonesia Malam TV One.
"Seorang Kadiv Propam ini pasti punya relasi, punya networking, ketika dia dipecat itu tidak menghilangkan networking dia," tambahnya.
Lebih lanjut, Lukas menyebut, jika kemampuan Ferdy Sambo saat menjadi tersangka. Bahkan, diduga melakukan suap, memiliki harta melimpah, dan lain sebagainya.
Hal tersebut, yang ia yakin bahwa kekuasaan Ferdy Sambo tak hilang meski sudah dipecat dari tubuh Polri.
"Saya yakin bahwa dengan dipecatnya yang bersangkutan, dan ditahan itu, tidak serta merta menghilangkan dia punya kekuasaan dan kekuatan," kata dia.
Baca Juga: Tragedi Kanjuruhan Jadi Pertandingan Sepak Bola Paling Mematikan Kedua di Dunia
"Iya yang mesti kita waspadai, ingat kata-kata yang menyatakan uang bisa dibeli dengan uang," ucapnya.
Sehingga, Martin berharap agar para jaksa, dan hakim diisi orang yang memiliki hati nurani. Dia pun menyampaikan dua pesan penting dari ibu mendiang Brigadir J.
"Ada dua permintaan Ibu Yosua, pertama berikan keadilan bagi keluarga, dan yang kedua pulihkan nama baik dari almarhum," katanya.
Sumber:Suara.com
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
6 Fakta Blackout Massal yang Melumpuhkan Riau Hingga Aceh
-
Wanti-wanti Bobotoh di GBLA, Bojan Hodak: Jangan Sampai Angkat Piala di Atas Tribun Lagi
-
Ternyata Korban Pembunuhan! 6 Fakta Terungkapnya Kasus Mayat Wanita di Cipocok Jaya Serang
-
Menteri PU Jelaskan Kasus Dugaan Korupsi di Dirjen SDA
-
Tambang Emas Ilegal di Cigudeg dan Tanjungsari Bogor Disegel
-
Inovasi Baru PGTC 2026: Energy AdSport Challenge Jadi Wadah Mahasiswa Berprestasi Jalur Non-Akademis
-
Negara Rugi Rp12,5 Miliar! Polres Bogor Gulung Mafia BBM, Elpiji Subsidi dan Tambang Emas
-
Listrik di Riau Nyala Kembali usai Padam Total selama 3 Jam
-
BRI Consumer Expo Jakarta 2026 Hadir di JICC: Banjir Promo Hunian, Kendaraan, Sampai Tiket Pesawat
-
PLN Investigasi Penyebab Blackout Sumatera Utara: Ini Bedanya dengan Mati Lampu Biasa