/
Minggu, 02 Oktober 2022 | 21:41 WIB
Pendukung Arema FC; tragedi Kanjuruhan seusai pertandingan BRI Liga 1 Arema FC kalah 2-3 oleh Persebaya Surabaya. (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)

SuaraSumedang.id - Update informasi dari Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak mengatakan, data korban jiwa yang diperoleh berasal dari BPDB Jawa Timur berjumlah 174 orang.

“Kami hanya merujuk pada data resmi yang kami terima. Dari BPDB Provinsi Jawa Timur, pada jam 10.30 tadi menjadi 174 meninggal dunia,” kata Emil Dardak, dari siaran langsung Kompas TV, dikutip Suara.com Minggu (2/10/2022).

Emil menyebut data tersebut merupakan data yang berhasil dihimpun oleh pihak BPBP Jawa Timur. 

Angka tersebut bertambah sekitar, 44 orang lantaran data sebelumnya korban meninggal dunia hanya mencapai 130 orang.

Selanjutnya dari kejadian ini menelan korban terbesar kedua, setelah kejadian Estadio Nacional Disaster, Lima, Peru dengan jumlah krban 328 orang yang tewas pada (24/5/1964).

Peristiwa itu menjadi sorotan publik dan berbagai kalangan, karena telah menewaskan ratusan lebih manusia akibat kerusuhan yang terjadi.

Sementara itu, Arema FC kalah dari Persebaya Surabaya dengan skor 2-3 pada lanjutan Liga 1 musim 2022-2023 di di Stadion Kanjuruhan Kepanjen Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022) malam. 

Usai peluit panjang dibunyikan tanda pertandingan berakhir.

sejumlah Aremania memasuki lapangan untuk meluapkan kekecewaan lantaran kalah dari rival.

Baca Juga: Sergio Ramos Sedih Ratusan Pecinta Sepak Bola Tewas di Laga Arema vs Persebaya

Tak lama kemudian, aparat menembakkan gas air mata untuk ke arah tribun penonton.

Akibatnya, ribuan suporter yang masih memenuhi tribun panik menyelematkan diri.

Sebelumnya diberitakan, kekalahan tuan rumah dengan skor 2-3 dari tim Bajul Ijo membuat suporter turun ke lapangan.

Sehingga terlibat bentrokan dengan aparat keamanan hingga luar stadion. 

Sedangkan informasi yang diterima Suara.com, dua anggota polisi dikabarkan meninggal dunia akibat bentrokan tersebut.

Kedua korban masing-masing bernama Brigadir Andik dan Briptu Fajar yang merupakan anggota Polres Trenggalek saat bertugas.

Load More