Deli.suara.com - Gubernur Papua Lukas Enembe menjadi viral karena belum memenuhi panggilan KPK. Menurut pengacaranya, Stefanus Roy Rening, sang gubernur tengah menjalani perawatan di Singapura karena salah satunya sakit gula darah tinggi. Apakah terapi akupuntur bisa menyembuhkan diabetes?
Selain diabetes, Stefanus mengatakan, kliennya juga menderita sakit ginjal, sakit jantung, dan kebocoran jantung yang sudah terjadi sejak dia masih kecil. Dokter yang memeriksanya selalu mengingatkan Lukas tidak boleh berada di bawah tekanan karena bisa mengakibatkan tekanan darah naik.
Akupuntur Menyembuhkan Diabetes
Dilansir dari YakinSehat.id, terapi akupuntur adalah salah satu jenis terapi tradisional yang diklaim bisa menyembuhkan diabetes. Terapi ini berasal dari Tiongkok dan sudah menyebar di seluruh dunia.
Kadar gula darah yang tinggi menyebabkan seseorang terkena diabetes. Untuk mengobatinya, obat herbal dan juga terapi tradisional bisa digunakan sebagai cara penyembuhan optimal.
Pasien tidak hanya bisa bergantung pada obat yang diberikan dokter saja. Cara alami dan sederhana juga bisa dilakukan untuk membantu mengobati diabetes. Cara tradisional itu salah satunya adalah akupuntur.
Menurut ahli pengobatan Cina, munculnya penyakit disebabkan karena adanya ketidak seimbangan Qi di dalam tubuh. Diabetes terjadi ketika kadar gula dalam darah dan Qi di dalam tubuh tidak seimbang.
Agar gula di dalam darah kembali normal, akupuntur membantu mengatur sirkulasi darah dan aliran energi di dalam tubuh. Selain itu, akupuntur juga membantu meningkatkan fungsi dari pankreas dan kepekaan sel pada insulin.
Insulin sangat penting dan dibutuhkan untuk mengontrol kadar gula dalam darah. Akupuntur membantu mengaktifkan hormon ini untuk membantu mengatasi diabetes.
Penusukan jarum yang dilakukan juga tidak boleh dilakukan oleh sembarang orang. Karena, titik akupuntur yang digunakan haruslah tepat dan terhubung dengan masalah kesehatan yang diderita pasien.
Biasanya, terapis akan menusukkan jarum di area perut, tangan, kaki atau telinga. Dimanapun titik yang akan ditusuk, hal itu sudah dijelaskan dalam ilmu akupuntur. Oleh karena itu, sang terapis perlu sangat memahami akupuntur dan juga titik-titik akupuntur untuk kesehatan.
Selain membantu mengobati diabetes, terapi ini juga bisa digunakan untuk mengatasi penyakit hipertensi atau darah tinggi. Penyakit ini juga sama berbahayanya dengan diabetes.
Akupuntur akan mengontrol sirkulasi darah di dalam tubuh agar tetap normal, tidak kurang dan tidak lebih. Tidak hanya itu, akupuntur juga membuat tubuh terasa lebih segar setelah terapi.
Tertarikkah untuk mencobanya? Lakukan dengan ahli yang sudah berpengalaman dan memahami akupuntur. Jangan lakukan dengan sembarang orang.
Jika anda menetap atau dekat dengan kota Medan, ada dua tempat terapi akupuntur di Medan yang layak Anda coba ada di Klinik Hidup Baru dan Klinik Yakin Sehat. Anda akan dilayani oleh tenaga akupunturis berpengalaman.
Owner Klinik Hidup Baru dan Klinik Yakin Sehat di Medan, Dr Jimi Wihono, mengatakan, ada beberapa terapi akupuntur yang bisa dilakukan di Klinik Hidup Baru dan Klinik Yakin Sehat. Salah satunya adalah akupuntur Abdominalacupunture.
“Akupuntur tersebut memiliki keunggulan yaitu tanpa rasa sakit, jadi sangat cocok untuk pasien yang memang takut dengan jarum suntik,” ujarnya saat menerima Redaksi YakinSehat.id, baru-baru ini.
Klinik Hidup Baru berlokasi di Jalan Gaharu No 12 Simpang Tusam, sementara Klinik Yakin Sehat beralamat di di Jalan Boulevard Raya No 88 KK, Medan Estate. Dia menjelaskan klinik spesialisasi yang pertama di Indonesia yang menerapkan metode Adominalacupunture. [VAB]
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan