Deli.suara.com - Akupuntur adalah suatu praktik menusuk kulit dengan jarum logam tipis, padat, yang kemudian diaktifkan dengan stimulasi listrik. Karena berkhasiat menyembuhkan banyak penyakit, banyak yang penasaran pada usia berapa boleh menjalani terapi akupuntur?
Dokter spesialis akupuntur Prinsa Raudha Sp.AK. menerangkan, tidak ada batasan usia bagi pasien yang hendak menjajal terapi akupuntur.
“Usia anak-anak bisa lakukan terapi akupuntur. Kalau takut sama jarum stimulasinya macam-macam karena setiap orang bisa berbeda. Sampai pasien tua usia 60 tahun ke atas kami juga terapi,” terang dokter Prinsa, belum lama ini/
Dia menjelaskan, bahwa akupuntur dikenal sebagai pengobatan tradisional dari China. Seiring waktu pengobatan itu telah mendunia, termasuk di Indonesia, bahkan telah menjadi salah satu program studi di sejumlah Fakultas Kedokteran.
Namun, katanya, mungkin belum banyak yang tahu bahwa akupuntur telah menjadi pengobatan medis yang juga ada di klinik maupun rumah sakit.
“Basic-nya di adaptasi dari kedokteran China. Masuk ke Indonesia dan klinik diintegrasikan ke pengobatan barat dan dibuat jadi akupuntur medik,” katanya.
“Jadi sudah berdasarkan bukti penelitian. Akupuntur merupakan tindakan medik yang menggunakan pakai jarum kecil, lebih kecil dari jarum pentul bahkan juga lebih kecil dari jarum vaksin. Itu dimasukan ke kulit, tujuannya untuk merangsang serabut saraf sampai ke otak.”
Selain buat penyembuhan, akupuntur bisa juga untuk kecantikan bisa. “Mekanismenya, jarum akan masuk kejaringan kulit, masuk ke elastin, jadi menambah kekenyalan kulit. Jarum akan berikan sinyal ke otak untuk beri tahu zat kimia apa yang kurang di area tubuh tersebut.”
Bisa juga untuk memblok nyeri. Paling sering keluhan pasien biasanya nyeri punggung dan pinggang. Juga bisa banget untuk atasi sakit mag dan mugran. Itu banyak penelitiannya untuk migran dan mag dengan mengurangi asam lambung dibantu dengan akupuntur.
Baca Juga: Seren Taun Kasepuhan Cibarani, Bupati Lebak: Destinasi Unggulan Nasional Berbasis Lokal
Salah satu yang sedang tren sekarang juga untuk menurunkan berat badan. Studi telah membuktikan kalau akupuntur bisa meregulasi lipid lebih baik. Jadi bisa meregulasi lemak dan menekan nafsu makan. Tapi tentu itu juga perlu kolaborasi dengan ahli gizi.
Demikian pemaparan kelebihan dan batasan usia untuk pasien yang hendak menjajal terapi akupuntur. Semoga informasi ini bermanfaat. [BAB]
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Awas Ancaman Hantavirus! Jangan Asal Bersihkan Kotoran Tikus, Ini Tips Amannya
-
Rupiah Tembus Rp17.645, Garuda Indonesia Kian Berat Menanggung Utang Dolar
-
Kondisi Terkini PLTN Barakah UEA Usai Kebocoran Radiasi Nuklir Setelah Diterjang Bom Drone
-
Operasi Pencarian Kapal Migran WNI yang Tenggelam di Malaysia Resmi Dihentikan
-
5 Rekomendasi Jam Tangan Wanita Jims Honey, Tampil Elegan di Bawah Rp100 Ribu
-
Fresh Graduate dan Realita Dunia Kerja: Ekspektasi Tinggi, Kenyataan Beda
-
4 Sunscreen SPF Tinggi Alternatif Somethinc Holyshield untuk Kulit Sensitif hingga Berminyak
-
4 Loose Powder Wardah untuk Makeup Matte dan Wajah Tampak Lebih Halus
-
Saling Terhubung via HT, 21 'Sniper' Pasang Badan Jaga Kampung Narkoba di Samarinda Selama 4 Tahun!
-
Dibanding Era Habibie, Tekanan Rupiah Kini Dinilai Lebih Berat karena Utang Luar Negeri Membengkak