News / Internasional
Senin, 18 Mei 2026 | 14:00 WIB
Operasi pencarian kapal migran WNI yang tenggelam di Malaysia dihentikan. (Bernama)
Baca 10 detik
  • Otoritas Malaysia menghentikan operasi pencarian korban kapal tenggelam di perairan Pulau Pangkor pada Sabtu, 16 Mei 2026.
  • Tragedi kapal pengangkut 37 WNI ilegal tersebut mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan 23 penumpang berhasil diselamatkan.
  • Tim gabungan mengakhiri pencarian setelah tidak menemukan korban tambahan dalam beberapa hari terakhir di lokasi kejadian.

Suara.com - Operasi pencarian dan penyelamatan korban kapal tenggelam yang mengangkut puluhan warga negara Indonesia (WNI) di perairan Pulau Pangkor, Malaysia, resmi dihentikan oleh otoritas setempat.

Keputusan penghentian operasi SAR diambil setelah tim gabungan Malaysia tidak menemukan korban tambahan dalam beberapa hari terakhir sejak kapal tenggelam pada awal pekan lalu.

Peristiwa ini menjadi perhatian besar di Indonesia karena mayoritas penumpang diduga merupakan WNI yang berangkat secara ilegal menuju sejumlah wilayah di Malaysia demi mencari pekerjaan dan penghidupan yang lebih baik.

Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA) Perak mengumumkan operasi pencarian berakhir pada Sabtu (16/5/2026).

Dilansir dari Anadolu, pencarian dilakukan sejak Senin (11/5/2026) dengan melibatkan berbagai unsur gabungan, mulai dari Angkatan Laut Kerajaan Malaysia, Kepolisian Maritim, hingga nelayan sekitar lokasi kejadian.

Kapal tersebut dilaporkan membawa 37 penumpang tanpa dokumen sebelum akhirnya terbalik di perairan lepas pantai Pulau Pangkor, negara bagian Perak.

Korban kapal tenggelam yang angkut migran warga negara Indonesia di Malaysia kini jadi 11 orang. (Bernama)

MMEA Perak mengakui data jumlah penumpang sejak awal masih belum sepenuhnya pasti.

"Informasi awal yang diperoleh pada hari pertama operasi menyatakan bahwa jumlah total korban adalah 37. Namun, angka tersebut diyakini tidak akurat," demikian pernyataan MMEA Perak.

Berdasarkan laporan Bernama, 16 orang meninggal dunia dalam tragedi tersebut, sementara 23 penumpang lainnya berhasil diselamatkan.

Baca Juga: Piala Indonesia Segera Bangkit? I.League Buka Suara soal Jadwal Padat

Korban meninggal terdiri atas sembilan pria dan tujuh wanita. Seluruh jenazah dibawa ke rumah sakit di Perak untuk menjalani proses identifikasi dan autopsi.

Direktorat Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI sebelumnya menyatakan terdapat 14 WNI yang masuk daftar pencarian setelah insiden kapal tenggelam itu terjadi.

"Dari 14 WNI yang sebelumnya dalam proses pencarian, 7 orang telah ditemukan meninggal dunia, dan jasadnya saat ini berada di RS di Perak untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut oleh otoritas setempat," kata Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah dalam keterangannya.

Sebanyak 23 WNI yang berhasil dievakuasi terdiri dari 16 laki-laki dan tujuh perempuan dengan rentang usia 21 hingga 48 tahun.

Otoritas Malaysia menduga para penumpang berangkat dari Kisaran, Sumatera Utara, pada Sabtu (9/5/2026) sebelum menuju Malaysia melalui jalur laut ilegal.

Tujuan akhir para penumpang diperkirakan mencakup Pulau Pinang, Terengganu, Selangor, hingga Kuala Lumpur.

Load More