- Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengimbau masyarakat waspada terhadap penyebaran Hantavirus dari tikus saat membersihkan rumah.
- Penularan virus terjadi melalui udara akibat debu kotoran, air liur, urine, gigitan, serta kontak fisik dengan tikus terinfeksi.
- Masyarakat wajib menyemprot kotoran dengan disinfektan, memakai masker, sarung tangan, dan menjaga sirkulasi udara guna mencegah paparan virus berbahaya.
Suara.com - Tikus bukan hanya sekadar hama pengganggu di rumah, tetapi juga pembawa ancaman kesehatan yang serius.
Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengeluarkan imbauan keras agar masyarakat waspada terhadap penyebaran Hantavirus, terutama saat sedang membersihkan sudut ruang yang menjadi sarang tikus.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menekankan bahwa kewaspadaan tinggi sangat diperlukan karena virus mematikan ini dapat menular melalui berbagai media yang sering dianggap remeh.
“Yang perlu diwaspadai adalah pada saat masyarakat membersihkan tempat-tempat yang memang di situ indikasi ada banyak tikus, harus ada kewaspadaan karena penularannya ada beberapa macam,” ujar Ani saat dijumpai di kawasan Jakarta Barat, Senin (18/5/2026).
Media Penularan: Dari Kotoran hingga Air Liur
Ani menjelaskan, virus ini sangat berbahaya jika partikel kotoran, air liur, maupun urine tikus yang terinfeksi bercampur dengan udara. Jika partikel tersebut terhirup oleh manusia, risiko terjangkit Hantavirus akan meningkat drastis.
Selain melalui udara (aerolisasi), kontak fisik langsung dengan cairan sekresi tikus atau gigitan hewan pengerat tersebut juga menjadi jalur penularan utama yang harus dihindari.
Bagi warga yang berencana melakukan kerja bakti atau membersihkan gudang di rumah, Ani memberikan panduan teknis yang sangat penting.
Salah satunya adalah dilarang keras menyapu atau membersihkan kotoran tikus dalam kondisi kering karena partikel virus akan lebih mudah terbang ke udara.
Baca Juga: Jambret WNA Coreng Jakarta Kota Teraman ke-2 ASEAN, Gubernur Pramono: Hukum Seberat-beratnya!
“Jadi, harus disemprot dulu dengan disinfektan. Kalau di rumah, kita bisa menggunakan cairan pemutih yang biasa ada di rumah sebagai disinfektan sebelum dibersihkan kotorannya,” jelas Ani.
Selain itu, pastikan ventilasi udara dalam ruangan terbuka lebar agar sirkulasi lancar selama proses pembersihan berlangsung.
Penggunaan masker dan sarung tangan pelindung sangat disarankan untuk meminimalisir risiko terpapar kuman di tempat-tempat kotor.
Ani juga mengingatkan masyarakat untuk kembali mendisiplinkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah beraktivitas merupakan pertahanan pertama yang paling efektif.
“Cuci tangan sebelum melakukan aktivitas, sesudah melakukan aktivitas. Kemudian, kalau kita berada di tempat-tempat yang ada kemungkinan terkontaminasi atau bekerja di tempat-tempat yang kotor dan kemungkinan ada tikus, jangan lupa pakai masker,” imbuhnya.
Meski berbahaya, Ani meminta publik tetap tenang. Menurutnya, Hantavirus bukanlah virus baru, sehingga otoritas kesehatan sudah memiliki mekanisme pemantauan yang matang setiap tahunnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
AS Rencanakan Serangan Baru ke Iran? Puluhan Pesawat Amunisi
-
Operasi Pencarian Kapal Migran WNI yang Tenggelam di Malaysia Resmi Dihentikan
-
Saling Terhubung via HT, 21 'Sniper' Pasang Badan Jaga Kampung Narkoba di Samarinda Selama 4 Tahun!
-
Dibanding Era Habibie, Tekanan Rupiah Kini Dinilai Lebih Berat karena Utang Luar Negeri Membengkak
-
Perang AS - Iran Makin Parah, Donald Trump Lakukan Hal Tak Terduga Ini
-
Mendagri Apresiasi Inflasi 2,42 Persen, Minta Pemda Waspadai Dampak Geopolitik Global
-
Nama Hakim dan Dosen UGM Diduga Dicatut di Struktur Yayasan Daycare Little Aresha
-
Anggota DPR Sentil Prabowo: Orang Desa Bukan Hidup di Zaman Batu, Pasti Terasa Kalau Dolar Naik
-
KPK Akan Periksa Muhadjir Effendy soal Mekanisme Pembagian Kuota Haji 2023-2024
-
Babak Baru Kasus Jeffrey Epstein: 10 Korban Baru di Prancis dan Keterlibatan Agensi Model