/
Kamis, 06 Oktober 2022 | 15:33 WIB
Ganjar Pranowo dan Puan Maharani. (Foto: Istimewa)

Deli.Suara.com – Pengamat Politik sekaligus Founder & CEO Polmark Indonesia, Eep Saefullah Fatah mengatakan bahwa Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo hanya akan maju jika dicalonkan oleh Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Ganjar dinilai tidak akan mengkhianati partai yang membesarkannya itu.

Meskipun Ganjar memang menjadi sosok dengan elektabilitas tinggi jika dicalonkan sebagai Calon Presiden (Capres) 2024. 

Namun, partai yang menaunginya yaitu PDI Perjuangan tampaknya lebih condong mengusung calon lain, yaitu Puan Maharani.

“Kalau Ganjar berkhianat 2024 terhadap partainya, selesai dia, kalau menang lain cerita, kalau kalah? Selesai,” tutur Eep Saefullah Fatah, Kamis (6/10/2022).

“Ketika era Megawati berakhir, nama Ganjar tidak ada di bursa, di saat itu lah dinamisasi PDIP terjadi dan Ganjar kehilangan hak moral dan politik untuk terlibat di dalamnya,” tambahnya.

Eep menuturkan, sulit untuk membayangkan Ganjar hengkang dari PDIP. 

“Menurut saya akan sulit membayangkan Ganjar akan berkhianat pada bu Mega, maka Ganjar akan menjadi kandidat kalau Bu Mega yang mengajukannya,” ucap Eep.

“Maka dengan demikian, membayangkan Puan Maharani melawan Ganjar Pranowo tidak realistis secara politik, tapi kalau Puan dan Ganjar mungkin,” imbuhnya.

Eep menjelaskan, bahkan ketika didukung oleh Joko Widodo, Ganjar tidak akan mampu melawan PDIP. Pasalnya, posisi Jokowi di PDIP menurutnya tak jauh berbeda dengan Ganjar.

Baca Juga: Jeda Kompetisi Liga 1, Teja Paku Alam: Waktu untuk Berbenah!

“Menurut saya Jokowi punya persoalan yang sama di PDIP, jadi ini bukan patron dan klien, tapi klien-klien,” tandas Eep.

Sumber: Suara.com 

Load More