- Pengamat Komoditas memprediksi harga emas fluktuatif akibat empat faktor global utama, termasuk geopolitik dan kebijakan AS.
- Jika harga emas dunia turun, level support pertama diproyeksikan pada 4.947 dolar AS per ons dan Antam Rp 2.920.000 per gram.
- Pertemuan Trump dan Israel mengindikasikan potensi serangan ke Iran, yang diprediksi berdampak pada kenaikan harga emas.
Suara.com - Harga emas diproyeksi bergerak fluktuatif dalam sepekan ke depan. Pergerakan harga dipengaruhi oleh berbagai faktor global.
Pengamat Komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan ada empat faktor yang membuat harga emas dunia bergerak fluaktif.
Salah satunya tensi geopolitik hingga kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
"Salah satu faktornya adalah masalah geopolitik. Kedua ada perpolitikkan di Amerika Serikat. Lalu ketiga kebijakan bank sentral Amerika Serikat. Keempat masalah supplai dan demand logam mulai," katanya dalam pernyataan resminya di Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Dia mengatakan, jika harga emas dunia turun lagi, support kedua harga emas diperkirakan di 4.818 dolar AS per troi ons dan harga emas Antam di Rp2.860.000 per gram.
“Kalau seandainya harga emas dunia naik, resistance pertama diperkirakan di 5.134 dolar AS per troi ons dan harga emas Antam di Rp3 juta per gram,” bebernya.
Selanjutnya, jika harga emas dunia kembali naik, Ibrahim memproyeksikan resistance kedua di level 5.245 dolar AS per troi ons dan harga emas Antam di Rp3.150.000 per gram.
Sebagai informasi, harga emas dunia pada Sabtu pagi ditutup di level 5.042 dolar AS per troi ons dan harga emas Antam di level Rp2.954.000 per gram.
Jika harga emas dunia turun, Ibrahim memproyeksikan support pertama harga emas dunia dalam sepekan ke depan di level 4.947 dolar AS per troi ons dan harga emas Antam di Rp2.920.000 per gram.
Baca Juga: Update Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, Awal Ramadan Saatnya Borong?
Dia menambahkan, pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Israel mengindikasikan potensi penyerangan Iran.
Hal ini yang kemungkinan akan membuat ketegangan tersendiri terhadap kondisi geopolitik di Timur Tengah.
"Ini akan berdampak terhadap kenaikan harga emas,” tandasnya.
Berita Terkait
-
Harga Emas Antam Masih Dibanderol Rp 2.947.000/Gram
-
Harga Emas Hari Ini Stabil di Pegadaian, Pembeli Tak Perlu Khawatir Stok Habis
-
Dapat Arahan Prabowo, Bahlil Ungkap Izin Tambang Emas Martabe Belum Dicabut
-
Harga Emas Antam Terkoreksi Tipis, Akumulasi Penguatan Tetap Tinggi
-
Harga Emas Hari Ini Naik, 11 Februari 2026 UBS dan Galeri 24 Kompak Meroket
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
SiCepat Yakin Industri Logistik Bisa Tumbuh Dua Digit
-
Indonesia Ditinggal Investor, Singapura Jadi Bursa Saham Terbesar Asia Tenggara
-
AI Mulai Ubah Cara Anak Muda Trading Saham di Indonesia
-
Gen Z Makin Akrab dengan Paylater, Tapi Belum Disiplin Investasi
-
Siap-siap! Purbaya Mau Patuhi Perintah Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai
-
BM Emas Hadirkan Layanan Buyback Online untuk Permudah Pelanggan
-
Tugas BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia Baru Pencatatan Ekspor
-
BTN Salurkan KPP Hampir Rp3 Triliun
-
Prabowo Minta Purbaya Ganti Pimpinan Bea Cukai, Singgung Kasus Era Orde Baru
-
Pemerintah Beri Insentif Pajak 0 Persen Bagi Eksportir SDA, Ini Syaratnya