Deli.suara.com – Demi menciptakan lingkungan hidup yang sehat, sampah merupakan salah satu hal yang perlu ditindaklanjuti keberadaanya. Lingkungan yang dipenuhi sampah dan tak dibuang di tempatnya bisa menyebabkan berbagai macam resiko penyakit yang muncul.
Oleh karena itu, agar tidak menggunung dan mengganggu lingkungan, sampah perlu dikelola dengan baik sebagai upaya menjaga kesehatan. Baru-baru ini Menteri PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) Basuki Hadimuljono mengapresiasi sistem manajemen pengelolaan TPA sampah Supit Urang di kota Malang, Jawa Timur.
Pengembangan TPA sampah Supit Urang ini merupakan salah satu contoh yang baik dari kerja sama pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
“Kita membangun banyak TPA sampah, dan TPA ini termasuk yang bagus. Perda dan sistem manajemen operasionalnya sudah baik, sehingga sangat bermanfaat dalam menunjang kebersihan kota Malang,” tutur Basuki selaku Menteri PUPR.
“Saya kira TPA sampah Supit Urang di kota Malang sudah selangkah lebih maju dibandingkan TPA lain di Indonesia. Di sini, sampah sudah dipisah antara organik dan anorganik. Kemudian, dipilah lagi mana sampah organik yang bisa dipakai dan mana sampah anorganik yang residunya dibuang, sehingga proses ini dapat memperpanjang umur TPA,” lanjut Basuki menerangkan Jumat (14/10/2022).
Dalam pengelolaan TPA ini, kementerian PUPR memberi dukungan pembangunan berupa penyusunan desain TPA sampah dan fasilitas pendukungnya, pengadaan alat berat pendukung, serta pekerjaan konstruksi TPA sampah dan fasilitas pendukungnya.
Adapun penanganan TPA sampah Supit Urang ini telah diselesaikan Kementerian PUPR pada tahun 2020 dan telah dioperasionalkan sampai saat ini. Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Timur, M Reva Sastrodiningrat turut menambahkan pengoperasian sampah Supit Urang memanfaatkan empat zona sanitary.
Empat zona tersebut diantaranya, zona pengomposan berkapasitas 15 ton/hari, zona pemilahan dengan kapasitas 35 ton/hari, zona penimbunan berbasis saniter seluas 726.162 m3, dan zona pengolahan lindi yang berkapasitas 300 m3/hari.
“Untuk pengolahan air lindi, kami menggunakan teknologi kolam anaerobik, kolam aerobik dan konstruksi lahan basah,” jelas M Reva terkait zona sanitary dalam pengelolaan TPA sampah Supit Urang.
Baca Juga: 5 Cara untuk Beradaptasi di Lingkungan Baru
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
Bogor Hornbills Tak Gentar Hadapi Nama Besar Pelita Jaya di Final IBL 2026
-
Terapkan Jumat WFH, Pemkab Lumajang Sukses Hemat Kas Daerah Setengah Miliar
-
Jakarta Dikepung Lima Aksi Demo, Pramono Anung Ingatkan Massa Tak Merusak Fasilitas Publik
-
Keutamaan Puasa di Bulan Muharram, Lengkap dengan Niat dan Tata Caranya
-
Lenovo Bawa Solusi AI End-to-End ke Indonesia, Siap Percepat Transformasi Digital Perusahaan
-
Ibu Rumah Tangga Jadi Pengedar, Ambil 3.453 Paket Sabu di Tong Sampah Minimarket Bojonegara
-
Nur Alam Masuk PSI Meski Berstatus Bebas Bersyarat, KPK Ingatkan Parpol Utamakan Rekam Jejak Kader
-
OJK Respons Kritik MSCI, Pasar Modal RI Dinilai Tetap Kompetitif
-
4 Rekomendasi Serum Retinal Lokal untuk Kerutan Dalam, Hasil Lebih Cepat dari Retinol
-
Nyamar Jadi Lia di Telegram, Guru SMK di Kediri Cabuli Siswa Sendiri