Deli.Suara.com – Indonesia memiliki banyak varietas anggrek asli yang menjadi sumber genetik yang tidak dimiliki negara lain. Anggrek sendiri merupakan tanaman yang sering dibudidayakan oleh masyarakat. Biasanya butuh waktu sekitar lima belas bulan agar anggrek bisa dipanen bunganya.
Karena lamanya waktu panen, sebagian orang mencoba mengembangkan teknologi agar budidaya anggrek bisa lebih cepat. Seperti yang dilakukan para Peneliti Unit Pelaksana Teknis (UPT) Agrotechnopark Orchid Nursery Universitas Jember, Jawa Timur.
“Setelah mengembangkan teknologi kultur in vitro pada tanaman anggrek, kami sedang mengembangkan teknologi Temporary Immersion Liquid Culture System (TILCS) untuk memperpendek waktu budidaya anggrek,” jelas peneliti Unej Parawita Dewanti dalam siaran pers yang diterima di Jember pada hari Sabtu.
Menurut Parawita, dengan teknologi TILCS yang menggunakan kultur cair, pertumbuhan anggrek lebih cepat empat bulan dibandingkan dengan cara biasa. Tak hanya itu, dengan menggunakan teknologi ini, aklitimasi anggrek juga lebih cepat.
Biasanya, anggrek muda baru bisa di aklitimasi pada usia 10-12 bulan. Tapi, dengan teknologi ini, anggrek muda bisa di aklitimasi di usia 6-8 bulan. Para peneliti di UPT Agrotechnopark juga mengembangkan dua varietas baru yang dinamai Dendobrium Unej-1 dan Dendobrium Unej-2 di tahun 2019.
“Kami juga mengembangkan dan memproduksi penyimpanan benih sintetik anggrek,” ujar Parawita.
“Penyimpanan benih sintetik anggrek selain aman juga praktis,” tukasnya.
Ketua UPT Agrotechnopark Unej, Usmadi juga mengatakan bahwa tanaman ini berpotensi menjadi bisnis yang menjanjikan mengingat harganya yang relatif stabil dibanding komoditas pertanian lainnya.
Ia juga mengatakan kekhasan tanaman ini yang ada pada warna bunga, bentuk dan juga ketahanan tanaman ini yang lama.
Baca Juga: Pakar Jelaskan Sifat Dasar dan Efek Senyawa Kimia yang Ada di Gas Air Mata
“Perawatannya pun mudah mengingat anggrek cocok di iklim tropis Indonesia,” ucap Usmadi selaku Ketua UPT.
Tanaman anggrek memang tanaman yang unik dan memiliki beragam macam jenis. Untuk merawatnya pun butuh ketelatenan. Anggrek tanah, anggrek bulan, anggrek vanda dan anggrek dendobrium yang dikembangkan UPT Argotechnopark Unej merupakan salah satu jenis anggrek yang cantik.
“Dan jangan lupa, Indonesia memiliki banyak varietas anggrek asli yang menjadi sumber genetik yang tidak dimiliki negara lain. Anggrek asli Indonesia itu berpotensi dieksplor ke luar negeri,” tutur Usmadi terkait banyaknya varietas anggrek cantik yang ada di negeri ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
Terkini
-
Tren No Buy Challenge: Mampukah Gen Z Cegah Keinginan Belanja Impulsif?
-
Dari Dugaan Korupsi hingga Blackout Sumatera, Polri Temukan Harta Bernilai Rp543 Miliar
-
MAKI Geruduk Kejati Jatim Usai Temuan Emas dan Uang Diduga Milik Jampidsus, Ini Tuntutannya
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Moisturizer Citra Pearly Glow UV Bisa Bikin Cerah? Cek Klaim dan Ulasan Pengguna
-
Peringati 250 Tahun AS, Kedutaan Besar AS Gelar Pelatihan Jurnalisme Mobile di Yogyakarta
-
Lagu "Tenang Saja (Ini Hanya Fase)" Idgitaf: Obat untuk Kamu yang Sering Kecewa dengan Ekspektasi
-
Gubernur Khofifah Dampingi Wapres Gibran Tinjau Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi: Optimis Tumbuh
-
Belanja Subsidi & Kompensasi Naik 44% ke Rp 233 T, Purbaya Akui Gegara BBM hingga Pelemahan Rupiah
-
ICW Bakal Lapor KPK: Stop Potensi Korupsi Mobil Kopdes Merah Putih Rp5,5 T Sebelum Terlambat!