Deli.Suara.com – Saat ini, banyak merk kosmetik bermunculan dengan masing-masing kelebihannya. Inovasi dan promosi gencar dilakukan untuk menarik minat konsumen. Ada kosmetik yang tidak berbahaya dan ada juga yang berbahaya. Kosmetik yang tidak berbahaya adalah kosmetik yang alami atau herbal.
Selain kosmetik yang alami, ada juga kosmetik yang tidak alami atau kosmetik berbahan karsinogen yang berbahaya. Kosmetik berbahan kimia lebih cepat merubah kulit wajah menjadi putih dalam waktu cepat dan dengan harga yang tidak terlalu mahal. hal ini menarik banyak perhatian wanita yang ingin merubah penampilan dalam waktu singkat.
Tanpa mereka sadari kosmetik yang mereka gunakan banyak yang mengandung bahan kimia. Pada saat ini,banyak beredar kosmetik yang mengandung bahan kimia berbahaya. Bahan tersebut antara lain merkuri, hidroquinon, asam retrinoat / tretinoin/ retinoic acid, dan bahan pewarna.
Pemakaian merkuri dapat menimbulkan berbagai hal, antara lain perubahan pada warna kulit, yang kemudian bisa mengakibatkan bintik-bintik hitam pada kulit atau yang sering disebut dengan flek hitam, alergi, iritasi kulit, dan dapat menyebabkan kanker kulit pada manusia.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) menemukan 16 kosmetik rawan lantaran hamil warna merah K3 dan K10 yang berkarakter karsinogen atau memicu kanker. Salah satu yang disorot adalah barang Madame Gie milik artis Gisella Anastasia.
Produk itu sekarang sudah ditarik dari peredaran dan BPOM melarang produsen buat kembali memproduksi kosmetik dengan bahan berbahaya. Jika terlanjur membeli dan dipakai, apa yang butuh dilakukan?
Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik BPOM RI, Reri Indriani buka suara. Ia menekankan setiap masyarakat yang terlanjur membeli tak melanjutkan pemakaian kosmetik berbahan karsinogen yang berbahaya.
Bila keluar keluhan akibat penggunaan kosmetik rawan tersebut, Reri menyarankan buat buru-buru mendatangi fasilitas kesehatan terdekat agar mendapatkan penanganan yang tepat.
"Jika sudah terlanjur dipakai, konsultasikan ke ahli kulit atau ke klinik kecantikan andaikan terdapat keluhan pasca pemakaian," lanjut dia.
Baca Juga: Kabar Baik untuk MIDZY Indonesia, Februari 2023 ITZY Akan Gelar Konser di Jakarta!
Reri juga mengimbau masyarakat buat membuang barang kosmetik berbahan karsinogen yang berbahaya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
30 Kode Redeem FC Mobile 10 Mei 2026: Klaim 500 Poin Naik Peringkat dan Pemain Bintang OVR 117
-
AS Siapkan Karantina Militer di Nebraska Antisipasi Penularan Hantavirus Mematikan dari Kapal Pesiar
-
Cerita Orang AS Rela Keluar Duit Buat Nonton Bola Jelang Piala Dunia 2026
-
Terpopuler: Tips Menyebrang Rel Kereta Api Pakai Mobil Hybrid, Daftar SPBU Tidak Jual Pertalite
-
Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa
-
Drawing Piala Asia 2027: Timnas Indonesia Masuk Grup Neraka Bareng Jepang dan Juara Bertahan
-
Sinyal Akhir Perang? Iran Beri 'Lampu Hijau' di Tengah Ketegangan Selat Hormuz
-
Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19
-
6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
-
Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak