/
Selasa, 01 November 2022 | 07:05 WIB
Saksi kasus pembunuhan Brigadir J dihadirkan dalam sidang. ((suara.com))

Deli.suara.com - Kodir ART Ferdy Sambo, dihadirkan dalam sidang kasus pembunuhan Brigadir J yang berlangsung pada Senin (31/10/2022),  di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Dalam sidang tersebut, Kodir mengaku membersihkan bercak darah Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J usai terjadi penembakan pada 8 Juli 2022 lalu.

"Siap, saya Yang Mulia (yang membersihkan bercak darah)," kata Kodir, dikutip dari suara.com.

Saat mendengar suara tembakan, Kodir mengaku sempat lari keluar rumah karena merasa panik. Suara tembakan tersebut berasal dari dalam rumah Ferdy Sambo.

"Saat ada letusan gimana?" ujar Majelis Hakim.

"Saya berlari ke luar rumah. Ke pinggir jalan. Saya menanyakan ke Om Romer, 'Om ada apa?'. Tidak ada jawaban karena panik," jawab Kodir.

Pasca insiden tersebut, dia mengaku melihat bercak darah dari Brigadir Yosua di dalam rumah. Namun ia tidak melihat jasad Yosua, hanya diperintahkan untuk membersihkan saja.

"Ada bercak darah yang mulia," ucap Kodir.

"Siapa yang bersihin bercak darah?" tanya Majelis Hakim.

Baca Juga: Cerita Kodir, ART Ferdy Sambo Bersihkan Bercak Darah Yosua Hingga Rapikan Kamar Tidur Putri Candrawathi

"Siap saya yang mulia," jelas Kodir.

Kodir mengaku sudah bekerja dengan Sambo sejak tahun 2010.  Ia mendapatkan perintah untuk membersihkan bercak darah yang bercecer di beberapa titik.

"Di depan kamar mandi, bawah tangga itu, sama ruang tengah," ucapnya.

Ferdy Sambo keluar rumah usai insiden penembakan

Menurut pengakuan Kodir, Ferdy Sambo keluar dari rumah usai bunyi letusan tembakan.

Dia mendengar Ferdy Sambo mengobrol dengan Adzan Romer yang merupakan seorang ajudan untuk menelpon ambulans. 

"Beliau sampaikan kepada Om Romer sedengar saya untuk telepon ambulans," katanya.

Sidang kali ini turut menghadirkan Adzan Romer, sosok ajuda Ferdy Sambo yang ada di lokasi kejadian pada waktu itu. 

Bahkan, ia diperlihatkan  jenazah Yosua dalam kondisi tergeletak dan mengaku kaget.

"Apa perasaan kamu waktu melihat jenazah Yosua?" tanya Majelis Hakim.

"Kaget yang mulia," sahut Romer.

Selain Kodir dan  Adzan Romer, ada 10 saksi lainnya yang turut dihadirkan dalam sidang pemeriksaan keterangan saksi terhadap terdakwa Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E.

Load More