/
Selasa, 01 November 2022 | 14:03 WIB
Sidang terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi dengan saksi kedua orangtua Brigadir J. (Foto: Istimewa)

Deli.Suara.com – Ibu dari Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat di akhir persidangannya sebagai saksi dengan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi meminta keduanya untuk bertobat.

Rosti Simanjuntak sambil berurai air mata memohon agar Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi setidaknya memiliki hati untuk mengakui perbuatan mereka dan bertobat kepada Tuhan.

“Bertobatlah bapak, bapak lahir dari rahim seorang ibu. Bagaimana perasaan saya sekarang ini melihat anak yang saya lahirkan sendiri dihabisi oleh bapak. Anak yang mengabdi kepada bapak dan ibu tanpa pernah mengatakan kekurangan apapun di rumah kalian. Bertobatlah bapak,” ujar Rosti Simanjuntak sambil menangis, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (1/11/2022).

Mendengar permintaan Rosti Simanjuntak ini, wajah Ferdy Sambo terlihat beberapa kali menunduk dan mengangguk.

Rosti memaparkan betapa hancurnya hatinya melihat anaknya dihabisi secara sadis oleh atasan yang sangat dihormati dan disayangi oleh Brigadir J. Bahkan, Brigadir J selama ini selalu memuji dan mengharumkan nama Ferdy Sambo di tengah keluarganya di Sungai Bahar, Jambi.

“Kejahatan apa yang bapak tutupi dan menukarnya dengan kematian anakku. Bapak sebagai penegak hukum sebagai panutan, kalau ada kesalahan anakku, sebagai atasan bapak harusnya bijaksana dengan memberitahu atau memberi sanksi. Tapi dengan sadisnya, dengan mata terbuka, anak saya bapak habisi, masa depannya bapak rampas, itu adalah hak Tuhan, bapak,” tutur Rosti Simanjuntak sambil berurai air mata.

Kepada Putri Candrawathi, Rosti Simanjuntak mempertanyakan dimana hati nuraninya. Sebagai sesama perempuan yang memiliki anak, Rosti mempertanyakan bagaimana perasaan Putri Candrawathi jika hal yang sama terjadi pada anak-anaknya. Dihabisi dengan sadis. 

“Sebagai seorang ibu, berikan panutan kepada anak-anak mu ibu. Anak aku tolong luruskan namanya. Akui kebohongan ibu, sudah puaskah kalian perbuatan kalian kepada anakku? Yang sudah merampas anakku dengan sadisnya dengan komplotan kalian itu. Ibu tidak mungkin tidak mengetahui. Hati nurani ibu sudah mati, segeralah sadar bertobatlah dan berkata jujurlah dalam kasus ini agar anakku tenang. Ikhlaskah ibu seperti yang ibu bilang, apakah rela dan ikhlas kalau dibuat seperti ini kepada anakmu?” tanya Rosti Simanjuntak kepada Putri Candrawathi.

Sementara itu, Samuel Hutabarat ayah Brigadir J mengatakan kepada Ferdy Sambo bagaimana perasaannya apabila hal yang terjadi pada anaknya terjadi pada anak Ferdy Sambo. 

Baca Juga: Angka Kemiskinan Ekstrem di Jember Turun Tinggal 1 Persen, Bupati: Tapi Masih Banyak

“Pak Ferdy Sambo jadi saya dan saya jadi pak Ferdy Sambo dengan begitu sadis nyawa anak saya ataupun nyawa anak dia saya ambil secara paksa di rumahnya sendiri. Bagaimana perasaan dia,” ucap Samuel Hutabarat.

Begitu juga kepada Putri Candrawathi, Samuel Hutabarat mengatakan seorang perempuan itu berhati nurani sangat halus. Begitu ada kejadian seperti ini, dimana hati nurani Putri Candrawathi. Apalagi bila anaknya yang diperlakukan seperti ini.

“Kami mendengar dari anak kami bahwa ibu Putri selama ini seorang perempuan yang baik. Anak saya di rumahnya tinggal diperlakukan dengan baik. Begitu ada kejadian seperti ini, dimana hati nuraninya. Kalau anaknya diperlakukan seperti ini bagaimana nuraninya,” tutur Samuel Hutabarat.

Load More