Deli.suara.com - Mantan pimpinan eksekutif dan pendiri Twitter, Jack Dorsey tengah mempersiapkan proyek pengganti jejaring sosial yang sudah dibeli Elon Musk.
Media sosial bernama Bluesky Social disebut berbasis blockchain dan mulai menjalani pengujian beta, mulai Selasa (25 Oktober). Demikian dilansir dari Business Insider.
Meski begitu, pihak Bluesky menolak keberadannya sebagai saingan Twitter. Melainkan perusahaan spin-off yang dibuat dan didanai oleh perusahaan induknya dengan harapan suatu hari nanti dapat mengadopsi teknologi tersebut.
Bluesky pertama kali diumumkan oleh Jack Dorsey pada Desember 2019, ketika Silicon Valley berada di tengah-tengah "techlash" global dan bersiap menghadapi badai informasi palsu atau hoax dan campur tangan pemilu menjelang pemilu AS 2020.
Berbeda dengan media sosial pada umumnya, Bluesky akan membuat protokol terdesentralisasi baru untuk media sosial sehingga memungkinkan sejumlah perusahaan untuk membangun aplikasi, layanan, atau algoritma rekomendasi mereka sendiri di atas jaringan dan data dasar yang sama.
Dalam jenis dunia yang Bluesky bayangkan, jika Anda tidak menyukai rekomendasi otomatis YouTube, Anda dapat beralih ke aplikasi lain yang memungkinkan Anda mengakses video yang sama dengan sistem rekomendasi yang berbeda, atau tidak sama sekali.
Itu artinya Anda dapat bergabung dengan versi Twitter yang memiliki moderasi konten yang lebih kuat, atau tanpa moderasi konten sama sekali, atau algoritma pemfilteran khusus yang menyembunyikan spoiler untuk film yang dibuat dalam sepuluh tahun terakhir.
Dorsey mendirikan Twitter pada 2006 dan menjabat sebagai CEO pada 2015 hingga November 2021 sebelum dia mengundurkan diri tahun ini. Parag Agrawal, yang saat itu menjabat sebagai Chief Technology Officer (CTO) perusahaan, menggantikannya.
Elon Musk kemudian masuk mengambil alih Twitter senilai US 44 miliar (Rp689,7 triliun) pada Kamis (27/10) malam waktu AS. Tak lama, Musk memecat Agrawal, Kepala Keuangan Twitter Ned Segal; kepala divisi hukum Vijaya Gadde; dan penasihat umum Sean Edgett.
Baca Juga: Singkirkan Unggulan Ketiga di Hylo Open 2022, Rehan/Lisa Tuntaskan Revans
Pemecatan itu, menurut The Information, dilakukan demi menghindari keharusan membayar pesangon dan hadiah saham yang tidak diberikan. [BAB]
Berita Terkait
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Khofifah Sambut 4.014 Pelari dari 22 Negara Taklukkan Jalur Ekstrem Gunung Arjuno-Welirang
-
Sulteng Belum Mandiri Fiskal, 80 Persen Bergantung Pusat
-
Ekonom Beri Peringatan Soal Kebijakan B50: Lihat Peluang yang Dikorbankan
-
Perbasi Surakarta 2026-2030 Dilantik, Bidik Sapu Bersih Emas Porprov Jateng 2026
-
Pencurian 22 Gerai Alfamart di Lombok Terungkap
-
Ditantang Putusan MK, Bakom Ungkap Alasan 30 Wamen Tetap Jabat Komisaris BUMN
-
Anak Merah Putih di Ujung Sabah
-
Kejagung Arahkan Pemkab Bekasi Kelola Stadion Skema Begini
-
Bukan Kurang Bagus, Cak Imin: Brand Lokal Sulit Mendunia karena Pintu Tertutup
-
Prambanan Jazz 2026: Hemat Liburan dengan Promo Hotel & Kuliner dari BRImo