Deli.suara.com - Drama panjang di industri aset kripto mungkin akan segera berakhir, setelah dua pentolan bursa kripto dunia cekcok di jagat Twitter.
Di mana Binance akhirnya sepakat mengakuisisi crypto exchange FTX. Namun Binance memiliki hak untuk membatalkannya kapan saja.
Hal itu itu disampaikan oleh Binance pada Selasa (8 November) setelah kedua belah pihak menandatangani letter of intent agar Binance bisa mengakuisisi pesaingnya itu.
Sebelumnya publik dikejutkan dengan keributan masif antara Bos Binance Changpeng Zhao dengan Bos FTX Sam Bankman-Fried selama beberapa hari di Twitter.
Sebelumnya Zhao ditafsirkan mempermasalahkan kondisi keuangan Alameda, perusahaan lain milik Sam Bankman-Fried yang terafiliasi dengan FTX.
Melansir Blockchainmedia.id, Zhao pun berencana akan menjual semua kepemilikan token FTT mereka. Cointelegraph memperkirakan nilainya mencapai US$2,1 milyar. FTT itu adalah bagian dari dana yang diterima Binance setelah mereka mundur dari kepemilikan saham di FTX pada tahun 2021.
Sam Bankman-Fried pun akhirnya meminta maaf kepada publik, bahwa kurang berkomunikasi dengan baik dengan para investor dan meminta Binance untuk segera turun tangan.
Itu yang berujung pada ambruknya pasar kripto, termasuk melandainya harga Binance Coin (BNB) dan Token FTX (FTT). Bahkan beberapa pengguna FTX mengaku tidak bisa melakukan penarikan FTCC dari akun mereka.
Pasar kripto sendiri kini berada di bawah US$1 triliun, dengan Bitcoin jatuh ke titik nadir di bawah harga support 18 Juni 2022 (US$17.699), yakni US$17.228 pada Selasa. Ketika artikel ini disusun, BTC diperdagangkan di kisaran US$18.200.
Baca Juga: Digunjing Warganet, Pinkan Mambo Pilih Bersikap...
Alasan formal Binance untuk mengakuisisi itu adalah untuk melindungi pengguna FTX dan membantu menutupi krisis likuiditas.
“Kami akan melakukan kesepakatan lainnya dalam beberapa hari,” kata CEO Binance Changpeng Zhao di Twitter, dilansir dari Techcrunch.
Namun demikian kesepakatan itu bersifat tak mengikat dan Binance memiliki keleluasaan untuk menarik diri dari kesepakatan kapan saja. [BAB]
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 5 HP Murah 5G di Bawah Rp2 Juta, Koneksi Kencang untuk Multitasking
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Gun Shy: Komedi Absurd Penuh Warna dari Antonio Banderas, Malam Ini di Trans TV
-
5 Rekomendasi Mobil Bekas untuk GoCar Prestige, Beserta Syarat Speknya
-
Crystal Palace Menang Telak 3-0, Oliver Glasner Puji Performa Fantastis Timnya
-
Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi
-
Tentara Israel Klaim Temukan Buku Mein Kampf Saat Cari Prajurit yang Tewas di Lebanon
-
Awal Mula Sahroni Sadar Diperas KPK Gadungan Rp300 Juta, Berawal dari Tamu Perempuan di DPR
-
BRI Buka Layanan Money Changer, Tukar Riyal Jadi Lebih Praktis untuk Jamaah Haji
-
Respons Pelatih Persija Usai Shayne Pattynama Dikritik Tajam Bung Binder
-
Ilusi Gaji UMR: Terlihat Besar di Atas Kertas, Hilang Begitu Saja Sebelum Akhir Bulan
-
KPK Bongkar Modus 4 Pegawai Gadungan yang Peras Ahmad Sahroni, Ternyata Bukan yang Pertama Kali!