News / Nasional
Senin, 01 Juni 2026 | 22:39 WIB
Wamen Ekraf Irene Umar hadiri Borobudur Peace & Prosperity Festival (BPF) 2026. (Dok. Ist)
Baca 10 detik
  • Festival Borobudur Peace & Prosperity 2026 berlangsung di Magelang pada 29–31 Mei 2026 untuk memperingati perayaan hari suci Waisak.
  • Acara ini melibatkan ribuan pengunjung dan delegasi mancanegara di situs Candi Pawon, Borobudur, serta Ngawen melalui berbagai rangkaian budaya.
  • Kegiatan yang digagas Yayasan Meccaya Surya Prakasa ini bertujuan memperkuat persaudaraan lintas komunitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.

Suara.com - Borobudur Peace & Prosperity Festival (BPF) 2026 kembali digelar bertepatan dengan perayaan Waisak pada 29–31 Mei 2026. Mengusung tema “One Light One World”, festival ini menghadirkan rangkaian kegiatan yang memadukan unsur budaya, spiritualitas, dan pemberdayaan masyarakat di kawasan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Festival berlangsung di sejumlah situs bersejarah, mulai dari Candi Pawon, Candi Borobudur, hingga Candi Ngawen. Rangkaian acara diawali dengan Merti Karuna Bhumi Festival dan Larung Pelita Purnama Sidhi 2026 di Candi Pawon dan Sungai Progo, dilanjutkan malam puncak di Candi Borobudur, serta ditutup dengan Bhumi Mandala dan Hot Air Balloon Festival 2026 di Candi Ngawen.

Penyelenggara mencatat lebih dari 2.000 pengunjung dari berbagai daerah serta delegasi internasional menghadiri festival tersebut.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar turut hadir dan memberikan sambutan pada malam puncak festival di Candi Borobudur. Dalam kesempatan itu, ia menilai BPF menjadi contoh nyata bagaimana keberagaman budaya dan agama dapat menjadi kekuatan untuk membangun kebersamaan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Rinpoche sendiri membawa lebih dari 200 murid dari mancanegara untuk datang ke Borobudur. Dan ini bukan hanya sebuah peringatan hari Waisak, tapi juga merupakan sebuah festival bagi warga sekitar yang sudah sangat dekat dengan Candi Borobudur. Di sinilah, berbeda-beda suku, ras, berbeda-beda agama, baik yang merayakan Waisak secara agama atau tidak, semuanya hadir bersama-sama untuk memajukan ekonomi dan juga untuk kebersamaan, untuk satu kata: Cinta,” kata Irene.

Selain Wamen Ekraf, festival juga dihadiri kuartet Puteri Indonesia 2026 yang ditunjuk sebagai Duta Borobudur Peace & Prosperity Festival. Mereka adalah Agnes Aditya Rahajeng dari Banten, Victoria Titisari Kosasieputri dari Bali, Gisela Belicia Alma Thesalonica dari DKI Jakarta 2, dan Karina Moudy Widodo dari DKI Jakarta 3.

Keempat finalis Puteri Indonesia tersebut terlibat dalam berbagai kegiatan festival, mulai dari aksi sosial bersih sungai, pelestarian budaya melalui pertunjukan seni, hingga kegiatan yang mempertemukan pelaku UMKM lokal dengan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Puteri Indonesia 2026 Agnes Aditya Rahajeng mengaku bersyukur dapat berpartisipasi dalam festival yang menurutnya tidak hanya merayakan budaya, tetapi juga nilai kemanusiaan dan perdamaian.

“Sungguh kesempatan yang luar biasa bisa hadir di Borobudur Peace and Prosperity Festival 2026, rangkaian acaranya begitu meriah, begitu hangat, merayakan kebudayaan, merayakan peradaban, perdamaian dan juga pastinya kemanusiaan. Tepat pada hari ini juga hari Waisak, jadi selamat merayakan hari Waisak, semoga kita semua dan seluruh makhluk hidup terus berbahagia dan sejahtera,” ujar Agnes.

Baca Juga: Pemerintah Disebut Danai Film Merah Putih One For All, Ini Kata Wamen Irene Umar

Borobudur Peace & Prosperity Festival 2026 digagas oleh Yayasan Meccaya Surya Prakasa yang dipimpin Ricky Surya Prakasa. Melalui festival ini, penyelenggara berharap kawasan Borobudur tidak hanya menjadi destinasi wisata budaya dan religi, tetapi juga ruang kolaborasi yang memperkuat persaudaraan lintas komunitas serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.

Load More