Peneliti Senior Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Toto Izul Fatah, menilai Dedi Mulyadi dihadapkan tiga tantangan sekaligus tuntutan besar saat memutuskan berlabuh ke Partai Gerindra.
"Kepindahan Kang Dedi dari Golkar ke Gerindra memiliki konsekuensi, ada tantangan berat yang akan menentukan cerah atau suramnya masa depan politik ke depan," kata Toto melalui sambungan telepon, di Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (24/5/2023).
Ia menyampaikan pilihan politik Dedi Mulyadi merupakan hal wajar dan logis, meski hal itu mengejutkan para petinggi Partai Golkar.
Namun terlepas dari itu, katanya, ada tantangan sekaligus tuntutan yang akan menjadi tugas besar untuk Dedi Mulyadi setelah bergabung dengan Gerindra.
Menurut dia, jika tidak cerdas memanfaatkannya, maka apa yang mungkin dianggap berkah dari kepindahannya itu bisa menjadi musibah untuk masa depan politik Dedi Mulyadi.
Toto meminta agar berkah tidak menjadi musibah, setidaknya ada tiga 'pekerjaan rumah' Dedi Mulyadi yang harus dilakukan dalam waktu dekat.
Pertama, kemampuan mem-"branding" diri agar secara elektabilitas,minimal bisa memepet Ridwan Kamil yang saat ini di seluruh lembaga survei masih memimpin cukup jauh sebagai calon gubernur Jabar.
"Kedua, tuntutan kemampuan Kang Dedi untuk mem-'branding' Gerindra agar keberadaannya memberi nilai plus. Minimal, mempertahankan kursi yang ada, bersyukur menambah kursi," kata Toto.
Terakhir beban berat Dedi Mulyadi untuk memenangkan ketua umumnya di Gerindra, Prabowo Subianto, sebagai capres.
Baca Juga: Kamis Dini Hari, Gempa M 5,0 Guncang Bali
Hal tersebut menjadi perhatian karena hampir seluruh lembaga survei saat ini posisi elektabilitas Prabowo di Jabar masih bersaing ketat dengan Anies Baswedan.
“Buat saya, kepindahan Kang Dedi dari Golkar ke Gerindra akan menjadi taruhan hidup mati kariernya, berbeda dengan saat dia masih di Golkar. Begitu pilihan beralih ke Gerindra, persoalannya bukan sekadar ganti baju yang umum dilakukan politisi lain. Tapi dalam konteks Dedi, ada reputasi politik yang akan ikut menentukan cerah dan buramnya dia ke depan,” kata dia.
Untuk itu, katanya, beban Dedi Mulyadi bisa jauh lebih besar dan berat dari Ketua DPD Gerindra Jawa Barat Taufik Hidayat.
Ia mengatakan kepindahan itu tak memberi nilai plus untuk partai maupun pencapresan Prabowo, apalagi untuk elektabilitas Dedi sendiri, maka saatnya nanti dia hanya akan jadi bahan "nyinyiran" dan sinisme publik.
Tugas berat Dedi lainnya, kata Toto, yakni mengonversi suara dan dukungan pemilih dia dari yang awalnya Golkar menjadi Gerindra.
"Dari pemilih tersebut dikonversi menjadi pemilih Prabowo pada pilpres nanti, termasuk mengonversi elektabilitas dirinya yang di survei sekitar 24 persen sebagai cagub Jabar menjadi pemilih Gerindra dan Prabowo," katanya. (Sumber: Antara)
Berita Terkait
-
Dedi Mulyadi Nekat Nyebrang ke Gerindra, Begini Nasibnya
-
Kerap Umbar Kemesraan dengan Jokowi, Elektabilitas Prabowo Melejit Salip Ganjar
-
Elektabilitas Gerindra dan Prabowo Moncer di Hasil Survei, Dasco Sebut Ada Faktor Kedekatan dengan Jokowi
-
Cak Imin Mau Jadi Cawapres, Gerindra: Silakan Menghadap Pak Prabowo
-
Utamakan Pengusutan, Komisi III Minta Kejagung Tak Terpancing Komentari Dugaan Aliran Dana BTS ke Parpol
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123
-
BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas