Kabar mengenai dugaan pelanggaran pembayaran tiket kereta Shinkansen oleh delapan Warga Negara Indonesia (WNI) di Jepang menjadi topik hangat di media sosial.
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo pun merespons berita ini.
"KBRI Tokyo selalu mengajak para WNI yang berada di Jepang untuk selalu menaati peraturan dan tata tertib yang berlaku," ujar Koordinator Fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya KBRI Tokyo, Meinarti Fauzie, Kamis (25/5/2023).
Kabar tersebut menyebar luas di Instagram dan TikTok, dengan klaim bahwa delapan WNI tertangkap kamera pengawas melintasi gerbang tiket dengan cara yang tidak semestinya.
Mereka diduga melakukan praktik "menembak" tiket, yaitu hanya satu orang yang membeli tiket dengan harga resmi sementara yang lain mengikuti tanpa membayar penuh.
Salah satu video yang beredar juga menunjukkan beberapa orang yang diduga WNI sedang diperiksa oleh petugas stasiun terkait dugaan pelanggaran tersebut.
Meinarti memperingatkan bahwa otoritas Jepang memiliki hak untuk melaksanakan prosedur dan proses hukum jika ada warga negara asing yang terbukti melanggar hukum.
Namun, ia menyebut bahwa pihak KBRI Tokyo belum mendapatkan informasi resmi dari media massa Jepang atau pihak terkait tentang kasus tersebut.
"KBRI Tokyo terus melakukan pengecekan untuk memastikan kebenaran dari informasi yang beredar di media sosial. Kami menelusuri berita di media Jepang, baik yang berbahasa Jepang maupun Inggris, dan juga berkomunikasi dengan pihak-pihak yang terkait," kata Meinarti.
Baca Juga: Nggak Kalah dari MSG, 7 Bahan Alami Ini Bisa Bikin Makanan Jadi Sedap
KBRI Tokyo melalui akun Instagramnya juga mengingatkan WNI di Jepang untuk selalu menaati peraturan setempat. "Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung," tulis KBRI dalam unggahannya.
Berita Terkait
-
4 Rekomendasi Restoran Jepang di Solo, Sajikan Menu dengan Cita Rasa Lezat
-
4 Rekomendasi Restoran Jepang di Malang, Harga Murah Cocok untuk Mahasiswa
-
Sebelum Argentina, Inilah 3 Negara Top yang Pernah Dilawan Timnas Indonesia
-
4 Rekomendasi Restoran Jepang di Bekasi, Enak dan Ramah di Kantong!
-
4 Rekomendasi Restoran Jepang di Surabaya, Sajikan Menu Bercita Rasa Lezat
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Viral Air Minum Aquviva! Berawal Murah Meriah, Kini Diprotes Konsumen Diduga Rasa Air Keran
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
QRIS IndonesiaChina Resmi Meluncur, Netzme Bikin UMKM Bisa Terima Alipay dan UnionPay
-
Hamil, Dikawinkan, Dicerai, Dikawinkan Lagi: Kisah Pilu Santriwati Korban Kiai Cabul Ashari di Pati
-
Sempat Menghilang 10 Tahun, Ubisoft Bangkitkan Kembali Game Perang RUSE
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter
-
CCTV Polsek Ponrang Rusak Dikencingi Kucing saat Pengamanan 7 Mobil Muat BBM Diduga Ilegal
-
Curhat Dokter Gia Pratama Viral, Sebut Hanya Terima Rp30 Ribu dari Pasien BPJS