Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Benny K Harman heran dengan permintaan Menko Polhukam Mahfud MD yang ingin Polri mengusut pihak yang membocorkan informasi kepada Denny Indrayana terkait klaim bahwa Pemilu 2024 akan diputuskan dengan sistem proporsional tertutup oleh Mahkamah Konstitusi (MK).
Menurut Benny, Mahfud seharusnya berterima kasih kepada Denny Indrayana, bukan malah mencoba untuk mengkriminalisasi dia.
Pernyataan itu disampaikan Benny melalui Twitter. Ia menanyakan mengapa Mahfud malah meminta polisi untuk menyelidiki Denny Indrayana. Benny menyebut Mahfud sebagai 'corong rezim otoriter'.
"Pak Mahfud ini benar-benar sudah menjadi corong rezim otoriter. Mestinya harus berterima kasih kepada Pak Denny, bukan malah menginstruksikan Polri untuk kriminalisasi yang bersangkutan. Quo vadis Pak Mahfud, quo vadis domine?" kata Benny K Harman dalam cuitannya dikutip Senin (29/5/2023).
Menurut Benny, Denny telah melakukan hal itu untuk mencegah MK membuat putusan yang bisa menyesatkan demokrasi Indonesia.
Benny mengucapkan terima kasih kepada Denny karena telah berani menjadi juru bicara rakyat dan mengkritik Mahfud karena mencoba menggunakan polisi untuk mengkriminalisasi Denny.
"MK harus diawasi dan diperingatkan. Denny telah melakukan hal ini agar MK tidak membuat putusan yang sesat dan menyesatkan jalannya demokrasi kita. Terima kasih Bung Denny atas keberaniannya menjadi jubira, juru bicara rakyat. Prof Mahfud mau peralat polisi untuk kriminalisasi Denny? Mari kita semua berdoa agar pak polisi kuat dan berani menolak menjadi alat kekuasaan yang sewenang-wenang," lanjut Benny.
Sebagai anggota Komisi III DPR, Benny juga membahas tentang otoritas hukum. Menurutnya, lembaga-lembaga seperti Mahkamah Agung dan MK sudah tidak lagi independen di negara dengan sistem pemerintahan otoriter. Dia menyatakan bahwa lembaga peradilan dipaksa untuk melayani kepentingan rezim.
Dia juga membandingkan situasi saat ini dengan era Orde Lama dan Orde Baru, di mana hakim dan hakim agung di MA bekerja untuk mendukung revolusi demi demokrasi terpimpin. Dia mengklaim bahwa putusan hakim hanya berfungsi sebagai pengesahan kebijakan penguasa dan hakim hidup dalam ketakutan, tidak mampu melawan.
Baca Juga: Rekam Jejak Erdogan: Cetak Hattrick Pilpres, Jadi Presiden Turki Tiga Periode
Berita Terkait
-
Mahfud MD: Tak Perlu Risau Apapun Keputusan MK, yang Was-Was Nanti Parpol
-
Soal Pembebasan Pilot Susi Air, Mahfud MD Tegaskan Internasional Tak Boleh Campur Tangan
-
Kapolri Dalami Unsur Pidana Soal Isu Bocoran Putusan MK yang Disebar Denny Indrayana
-
Heboh Denny Indrayana Bocorkan Isu MK Sahkan Pemilu Tertutup, Begini Reaksi KPU
-
Golkar Waspada Proporsional Tertutup Berlaku di Pemilu 2024, Nurul Arifin: Jangan Sampai Ada Bajakan Demokrasi
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Mendagri Tito Minta Pemda Efisiensi Anggaran Daerah, Wajib Lapor Tiap 2 Bulan
-
Sahabat Dinar Candy Ngaku Diajak VCS Suami Clara Shinta, Dibayar Rp1 Juta
-
4 Rekomendasi Sunscreen dari Dokter yang Ampuh untuk Flek Hitam, Mulai Rp30 Ribuan
-
Dikecam karena Tampilkan Adegan DUI, Tim Produksi Still Shining Minta Maaf
-
5 Mobil Listrik Termurah 2026, Alternatif Hemat Tanpa Bensin kalau Harga BBM Naik
-
BYD Mengaku Bakal Cuan dari Naiknya Harga Minyak Akibat Konflik Timur Tengah
-
Libur Lebaran 2026: Mudik Tak Lagi Sekadar Pulang Kampung, Tapi Sekalian Traveling
-
Adhisty Zara Dikritik Usai Mundur dari Sinetron, Hasyakyla Utami Beri Pembelaan Menohok
-
Grup Junior STAYC Dipastikan Debut April, Dancer Na Ha Eun Gabung Lineup
-
Wajib ke Kantor! Ini Daftar Jabatan dan Unit ASN Daerah yang Tidak Boleh WFH