- Nilai Rekor US$193 Miliar: Nilai permintaan emas global melonjak 74% dipicu rekor harga tinggi.
- Emas RI Naik 14%: Di tengah koreksi pasar saham, permintaan emas investasi di Indonesia melesat 47%.
- Ekosistem ETF Syariah: OJK siapkan regulasi ETF emas fisik, bidik potensi besar pasar Syariah.
Suara.com - Laporan terbaru Gold Demand Trends Q1 2026 yang dirilis oleh World Gold Council (WGC) menyingkap fenomena menarik di pasar komoditas global. Meskipun volume permintaan emas dunia "hanya" tumbuh moderat sebesar 2% secara tahunan (y/y) menjadi 1.231 ton, nilai permintaannya justru meroket tajam sebesar 74% ke angka rekor fantastis yakni US$193 miliar pada kuartal pertama tahun ini.
Lonjakan nilai ini dipicu oleh reli harga emas yang sempat menyentuh di atas US$5.400 per troy ons pada Januari lalu.
Ketidakpastian geopolitik dan bayang-bayang inflasi global sukses memikat investor ritel untuk memborong emas sebagai aset aman (safe-haven). Permintaan emas batangan dan koin global melesat 42% menjadi 474 ton, dipimpin oleh Tiongkok yang mencetak rekor sejarah dengan pembelian 207 ton (naik 67%).
Tren global ini terduplikasi kuat di Indonesia. Permintaan emas batangan dan koin di tanah air tumbuh pesat 47% (y/y). Ketika pasar saham domestik terkoreksi hingga 13% pada Q1 2026, harga emas dalam denominasi Rupiah justru tumbuh perkasa 14%.
Secara historis, emas terbukti menjadi juru selamat daya beli masyarakat Indonesia saat krisis, seperti yang terjadi pada tahun 1997-1998. WGC bahkan menyimpulkan bahwa dengan menyisihkan 2,5% saja alokasi emas dalam portofolio, investor Indonesia dapat menekan risiko konsentrasi secara signifikan.
"Situasi geopolitik global terus mendorong investor menjadikan emas sebagai safe-haven. Di Indonesia, kepercayaan ini tidak hanya tercermin pada permintaan fisik, tetapi juga pada evolusi pasarnya," ujar Shaokai Fan, Head of Asia-Pacific (ex-China) and Global Head of Central Banks WGC, dalam media briefing pekan ini.
Tingginya harga emas membawa pergeseran perilaku konsumen. Volume permintaan perhiasan secara global merosot 23% (Indonesia turun 20%), karena konsumen beralih ke emas batangan dan koin yang murni berfungsi sebagai instrumen investasi.
Di sisi lain, Indonesia tengah bersiap menyambut era baru ETF (Exchange-Traded Fund) Emas Fisik dan bullion banking. Melalui peluncuran Bullion Ecosystem Development Roadmap 2026–2031 dan regulasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), akses investasi emas akan semakin terbuka lebar. Produk ETF emas fisik ini dinilai sangat potensial bagi pasar Indonesia karena sifatnya yang berwujud (tangible) dan bebas bunga, sangat selaras dengan prinsip keuangan Syariah.
Sektor publik juga tidak mau kalah. Bank sentral dunia menambah 244 ton emas ke cadangan global mereka pada Q1 2026, di mana Bank Indonesia turut berkontribusi menambah 2 ton emas ke dalam cadangan devisanya.
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Turun, Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Melemah
Dari sisi pasokan, total produksi tambang dunia mencetak rekor baru untuk kuartal pertama. Menariknya, Indonesia menjadi salah satu motor penggerak utama dengan lonjakan produksi tambang sebesar 19%, didorong oleh pulihnya kapasitas operasional di tambang Batu Hijau pasca ekspansi fasilitas pengolahan (mill expansion).
Melihat volatilitas yang ada, Louise Street, Senior Markets Analyst WGC, memproyeksikan ketidakpastian geopolitik akan tetap menjadi bahan bakar utama yang menjaga tren bullish permintaan emas ke depan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Kesabaran Trump ke Iran Habis, Harga Minyak Naik Lagi
-
IPC TPK Area Panjang Datangkan Crane Raksasa Post Panamax dari China
-
Bagi-bagi Jabatan! Trump Tunjuk Sahabat Dekat Untuk Jadi Bos The Fed
-
Perkuat Investasi Teknologi, Presiden Prabowo Saksi Penandatanganan MoU Danantara dan Hisense
-
Airlangga Bawa Pulang Komitmen Bisnis Rp7 Triliun dari Belarus
-
Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Turun, Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Melemah
-
Hilirisasi Nikel Dinilai Ganjil: Modal Asing Diduga Dimanja, Pengusaha Lokal Berdarah-darah
-
RI - Belarus Sepakati Roadmap Ekonomi 2026-2030, Airlangga Bidik Lonjakan Perdagangan dan Investasi
-
Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi
-
Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan