Beredar kabar tim nasional atau timnas Indonesia mendeklarasikan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai capres di Pilpres 2024.
Kabar itu dibagikan oleh akun YouTube Ruang Indonesia pada Minggu, 28 Mei 2023. Hingga berita ini dipublikasikan, video dengan narasi timnas mendukung Anies itu telah disaksikan 1,2 ribu kali.
Dalam narasinya, akun ini memberikan kabar mengejutkan dengan menyebut timnas Indonesia mendadak mendeklarasikan Anies sebagai capres 2024. Tak cuma timnas, dukungan kepada Anies juga diberikan oleh Ketua Umum PSSI.
Adapun judul video yang dibagikan akun Ruang Indonesia sebagai berikut:
"DI LUAR DUGAAN !! ERIK TOHIR BERSAMA TIMNAS DEKLARASIKAN ANIES BASWEDAN."
Sedangkan narasi yang tertuang dalam sampul video atau thumbnail berikut ini:
"INDONESIA TERKEJUT MELIHAT INI TIMNAS INDONESIA DEKLARASIKAN ANIES BASWEDAN."
Lantas benarkah kabar dengan narasi itu?
PENJELASAN
Baca Juga: 4 Tips Jitu Bangun Tidur Lebih Awal, Ternyata Lampu Kamar Berpengaruh!
Berdasarkan penelusuran, kabar Anies Baswedan mendapatkan dukungan untuk maju sebagai capres 2024 dari timnas Indonesia adalah tidak benar.
Faktanya, video itu sama sekali tidak memberikan sumber valid maupun informasi kredibel mengenai timnas Indonesia mendukung Anies.
Selain itu, timnas Indonesia juga tidak memberikan pernyataan resmi akan mendukung salah satu bakal capres, baik Anies, Prabowo Subianto maupun Ganjar Pranowo.
Nyatanya isi video justru memuat narator yang membacakan artikel dari Bolasport.com yang dipublikasikan pada 24 Mei 2023. Artikel yang dimaksud berjudul "Federasi Thailand Sudah Sikapi Insiden Keributan di Laga Kontra Timnas U-22 Indonesia, Erick Thohir Sindir Aksi Lawan."
Artikel asli itu membahas pernyataan Erick Thohir selaku Ketua Umum PSSI terkait keributan yang terjadi dalam final SEA Games 2023 antara timnas U-22 Indonesia vs Thailand di Stadion Nasional Olimpiade, Phnom Penh, Kamboja.
KESIMPULAN
Dari penjelasan di atas, maka narasi timnas Indonesia memberikan dukungan kepada Anies Baswedan untuk menjadi Presiden Republik Indonesia adalah kabar hoaks.
Narasi tersebut masuk ke dalam kategori misleading content atau konten yang menyesatkan.
Berita Terkait
-
Harga Tiket Timnas Indonesia Vs Argentina, Mulai Dari Rp600 Ribu!
-
2 Hal yang Bikin Erick Thohir Yakin Indonesia Bisa Saja Kalahkan Timnas Argentina
-
Timnas Indonesia Bisa Raih Poin 9,55 Jika Kalahkan Argentina, Erick Thohir: There is Nothing Impossible
-
Sepak Terjang Timnas Malaysia, Lawan Kuat Indonesia di Grup B Piala AFF U-23 2023
-
Gawat! PSSI Tak Jamin Lionel Messi Main di Laga Indonesia vs Argentina, Fans Diminta Jangan Kecewa
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
BRI Dominasi Penyaluran KUR di Lampung Sepanjang Semester I 2026
-
HUT RI ke-81: KAI Beri Diskon Tiket Ekonomi 17 Persen, Berlaku Mulai 14 Agustus 2026
-
Kepala BGN Minta Guru Santap MBG: Perlukah Sekolah Mengisi Celah Sistem?
-
Beli Tiket Indomaret Run Pakai BRImo Dapat Diskon Langsung, Ini Caranya
-
Arti Nama Calon Buah Hati Iko Uwais dan Audy Item yang Keguguran di Usia 7 Minggu
-
Alasan Puan Maharani Majukan Sidang Tahunan 2026 ke 14 Agustus
-
Amnesty Bantah Hukuman Mati Bikin Koruptor Jera: Hanya Mitos
-
Jelang Muktamar NU ke-35, Tokoh dan Aktivis Desak PBNU Independen dan Responsif Gender
-
Pemprov DKI: Evaluasi Jalur Bukan Berarti Abaikan Hak Pesepeda
-
Bentangkan Merah Putih 1.000 Meter, Serukan Rakyat Masih Bersatu di Tengah Persoalan Bangsa