Kali di Kampung Sumur RT 02/RW 17 Kelurahan Klender, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur menjadi tempat pembuangan sampah warga sekitar. Padahal kali ini merupakan proyek sodetan sejak 2005, tapi sangat disayangkan kini terbengkalai.
Proyek sodetan itu rencananya menampung luapan air di musim hujan guna mencegah terjadinya banjir.
Pengamatan Antara, pada Kamis (1/6/2023), tumpukan sampah memenuhi area sodetan kali Kampung Sumur, mulai dari limbah rumah tangga, kayu, puing-puing bangunan hingga karung berisi pasir.
Tak hanya itu, tanaman liar hingga kandang ayam pun berdiri di tengah area sodetan kali yang memiliki kedalaman tujuh meter.
Sampah-sampah tersebut menumpuk hingga memanjang sekitar 200 meter di sodetan tersebut.
Salah satu warga, Sobur (60) di Jakarta, Kamis, mengatakan, proyek sodetan kali itu memang sudah mangkrak (tidak terurus atau terawat) sejak tahun 2005.
"Rencananya itu dibuat sodetan yang dari Kelurahan Klender itu, tapi malah mangkrak, warga sendiri pasti menyayangkan ini mangkrak," katanya.
Hingga kini, lanjut dia, belum ada jajaran Pemerintah Kota Jakarta Timur dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang menindaklanjuti proyek tersebut.
Padahal, sejak rencana proyek itu dijalankan sudah banyak petugas yang mendatangi lokasi.
Baca Juga: Jalan-Jalan ke Dubai, Oufit Syahrini Dicibir Kayak Lontong: Kostumnya Aneh, Apa Nggak Gerah?
"Dari dulu juga memang udah banyak yang mengontrol, sudah banyak macam-macam dari mana aja ngontrol banyak banget, tapi ya masih gini aja," ujar dia.
Sobur menuturkan, bila proyek sodetan ini nantinya tetap dijalankan diharapkan pemkot memasang pembatas di sepanjang aliran sodetan.
"Kedalaman sodetan mencapai 7 meter dan akan membahayakan bagi warga bila tidak ada pembatas di pinggiran kali," kata Sobur.
Untuk mengantisipasi adanya warga yang terperosok, warga menguruk sodetan itu dengan puing-puing bangunan dan limbah rumah tangga.
Sobur menjelaskan, mangkraknya sodetan itu karena pemerintah yang belum bisa membebaskan lahan yang dibutuhkan secara menyeluruh dan terkendala pembebasan lahan pemakaman yang merupakan tanah wakaf.
"Tapi kalau, misalkan, dilanjutkan saya sih cuma ingin menanyakan saja, apakah sanggup itu membebaskan lahan makam. Kalau bisa dibebaskan ini lahan makam silakan, karena makam ini dedengkot sini semua," tuturnya.
Berita Terkait
-
Lama Mangkrak! Proyek Sodetan Kali di Kampung Sumur Klender jadi Penampungan Sampah
-
Gudang Triplek di Duren Sawit Ludes Terbakar, Diduga Akibat Ada yang Bakar Sampah di Belakang Gedung
-
Viral Warga Gali Ribuan Ton Daging Kerbau di Tempat Pembuangan Sampah, Netizen: Kirain Video Vrindavan, Ternyata Konoha
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Arus Mudik H-4 Idulfitri, 100 Ribu Orang Sudah Berangkat dari Stasiun Gambir
-
Pertama di Dunia! Malaysia Robek-robek Perjanjian Dagang dengan AS, Indonesia?
-
Analisis Militer: Iran Pakai Strategi 'Vietnam Kedua' yang Bikin AS Putus Asa
-
Amerika Serikat Akhirnya Akui 200 Tentara Jadi Korban Rudal Kiamat Iran
-
6 Fakta Kecelakaan Bus Haryanto Tabrak 5 Mobil Pemudik di Tol Batang
Terkini
-
Dana Mengalir Sampai Tingkat Desa, Dana Program MBG Diawasi Intel Kejaksaan
-
Batas Nikotin Diturunkan, Industri Kretek Disebut Bisa Kolaps
-
Ananda Emira Moeis Akhirnya Buka Suara Usai Jadi Omongan di Medsos
-
3 Link Daftar Mudik Balik Gratis Lebaran 2026 Tujuan Jabodetabek, Kuota Melimpah
-
Petaka Bakda Magrib di Waluran: Nenek Imas Tewas Diseruduk Supra "Bodong" Saat Menyeberang
-
500 Pemudik Mengikuti Program Mudik Aman Berbagi Harapan 2026 dari Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1
-
Lebih dari 116 Ribu Orang Ikut Mudik Gratis BUMN 2026, Realisasi Lampaui Target 10 Persen
-
Pemerintah Kaji Potong Gaji DPR dan Kabinet Demi Cegah Defisit
-
Bolehkah Wanita Haid Hadir di Masjid saat Sholat Ied Idulfitri? Ini Penjelasannya
-
Semarang Diserbu 28 Ribu Pemudik Kereta Api, Puncak Arus Mudik di Depan Mata