/
Kamis, 08 Juni 2023 | 11:41 WIB
Presiden Joko Widodo alias Jokowi ((Instagram/@jokowi))

Kecurigaan mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham) Denny Indrayana terhadap Presiden Jokowi semakin meluas. Denny menuding Jokowi menggunakan kekuasaannya untuk menjegal Anies Baswedan di Pilpres 2024.

Dalam suratnya kepada DPR RI, Denny Indrayana membahas soal sosok mantan wakil presiden yang datang ke SBY untuk menyampaikan informasi soal Anies Baswedan akan dijerat KPK.

"Sebelumnya, sang tokoh bertemu dengan Presiden Jokowi dan dijelaskan bahwa pada Pilpres 2024 hanya akan ada dua capres, tidak ada Anies Baswedan yang akan dijerat kasus di KPK," tulis Denny dalam suratnya, Kamis (8/6/2023).

Denny pun menuntut DPR RI untuk menggunakan hak angket dalam menyelidiki informasi tersebut. 

"Hak Angket DPR harus dilakukan untuk menyelidiki, apakah ada tangan dan pengaruh kekuasaan Presiden Jokowi yang menggunakan KPK, Kejaksaan Agung, dan Kepolisian, untuk menjegal Anies Baswedan menjadi kontestan dalam Pilpres 2024?" tuntut Denny Indrayana kepada parlemen.

Lebih lanjut, Denny menulis dugaan pelanggaran yang kedua oleh Jokowi adalah pembiaran Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengganggu kedaulatan Partai Demokrat.

Ia menduga, upaya 'boikot' terhadap partai yang diketuai putra SBY itu akan berujung pada penjegalan Anies Baswedan sebagai capres 2024.

"Tidak mungkin Presiden Jokowi tidak tahu, Moeldoko sedang cawe-cawe mengganggu Partai Demokrat, terakhir melalui Peninjauan Kembali di Mahkamah Agung. Anggaplah Presiden Jokowi tidak setuju dengan langkah oleh KSP Moeldoko tersebut, Presiden terbukti membiarkan pelanggaran undang-undang partai politik yang menjamin kedaulatan setiap parpol," kata Denny dalam surat terbukanya.

Dugaan pelanggaran ketiga Jokowi adalah penggunaan kekuasaan dan sistem hukum untuk menekan partai politik dalam menentukan arah koalisi dari pasangan capres cawapres. Denny menilai, indikasi pelanggaran itu sudah tampak dari perpanjangan masa jabatan pimpinan KPK melalui putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

Baca Juga: Sudirman Said Koar-koar Ada yang Rayu PKS Gagalkan Anies Capres, Hasto PDIP Malah Curhat Jokowi dan Mega Pernah Dijegal

Load More