Sebuah potongan video menunjukan seorang anak kecil yang tengah curhat kalau dirinya dijauhi teman-temannya karena beda agama viral di media sosial.
Dalam kapsion tersebut, pemilik akun Twitter tersebut menegaskan pentingnya menolak radikalisme dan intoleransi.
"Pentingnya memilih pemimpin yang tegas menolak Radikalisme dan Intoleransi, agar kelak generasi muda bangsa tidak mudah dipecah belah terlebih masalah agama! Sedih banget kalau liat beginian apalagi terjadi sama anak kecil" tulis akun Twitter @katadianaa yang juga membagikan video tersebut.
Pada tayangan video berdurasi 30 detik itu dibagikan oleh akun @katanadiaa terlihat seorang bocah sedang menceritakan kejadian yang menimpanya, seperti dilihat pada Rabu (7/6/2023).
Terdengar dari dialog tersebut, jika sang bocah sedang berkisah dengan seorang laki-laki dewasa. Sang bocah mengaku dibully temannya karena berbeda agamanya dengan teman-temannya.
Awalnya, lelaki dewasa menanyakan ada apa dengan bocah laki-laki itu.
Setelah ditanya ternyata ia mengaku teman-temannya mengatai dia karena dia beragama Kristen. Kemudian laki-laki dewasa itu menanyakan apa yang dikatakan teman-teman bocah itu kepadanya dan ia menjawab sembari meremat bajunya.
Ia mengatakan teman-temannya itu awalnya menanyakan apa agama dia. kemudian bocah itu menjawab bahwa ia beragama kristen. Namun tak disangka ucapan teman-temannya setelah itu membuat dia murung.
"Menjauh dari kristen ayoo!" ucap bocah lelaki itu.
Baca Juga: Tato Bunda Maria di Punggung Biksu Bikin Heboh, Warganet Malah Tebak-Tebakan Agama
"Terus dia bilang yang satunya itu, dadah kristen" lanjutnya.
Bocah itu juga mengatakan setelahnya teman-temannya menjauh dan tidak mau bermain. Si lelaki dewasa kemudian menyarankan untuk tidak bermain dengan temannya lagi.
Hal ini sontak mengundang berbagai respon dari kalangan warga net yang merasa simpati terhadap anak tersebut.
"Sedih banget sih lihat realita negeri kita saat ini" tulis salah satu akun bernama @stefanantonio__
Sementara itu, netizen juga menyebut bahwa negara Indonesia memang minim pendidikan moral pancasila terutama untuk anak-anak di tingkat sekolah dasar hingga menengah atas.
"Sepertinya PMP pendidikan moral pancasila perlu diterapkan lagi di sekolah-sekolah SD SMP sampai SMA agar toleransi dan keberagaman bisa dihayati generasi muda untuk jaga persatuan dan kesatuan" tulis akun lain.
Mengenai kronologi yang ada di video tersebut belum diketahui secara pasti nama dan tempat kejadian berlangsung. Namun netizen lainnya meminta kepada pihak orangtua mendampingi bocah tersebut agar tidak terjadi hal sama di kemudian hari.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana