/
Rabu, 21 Juni 2023 | 13:35 WIB
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha)

Pengamat politik Rocky Gerung menanggapi cerita Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang bermimpi naik kereta bersama Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Rocky Gerung menilai mimpi SBY itu menandakan ada kontemplasi dalam diri SBY yang sedang berusaha menuntun ide persahabatan antara para pemimpin di Indonesia.

"Jadi satu rekonsiliasi dibayangkan oleh SBY dan dia ucapkan itu di dalam model yang biasa kita sebut bawah sadar. Kan mimpi itu semacam aktivitas bawah sadar," kata Rocky melalui kanal YouTube miliknya.

Menurut Rocky, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu sadar dengan kondisi negara yang tidak aman untuk saat ini.

"SBY bawah sadarnya adalah keadaan sekarang itu kok tidak aman ya, kok tidak damai ya. Jadi sebetulnya itu yang namanya psikologi terbalik dari SBY. Dia merasa ada yang tidak nyaman dan tidak aman ada perpecahan ada konflik, lalu dia upayakan itu diselesaikan secara sublimatif," lanjut Rocky.

Rocky menilai mimpi SBY itu sebagai keinginannya untuk membangun hubungan baik dan persahabatan.

"Dasar dari mimpi SBY itu adalah real suasana real politik kita hari ini," ujarnya.

Sebelumnya, SBY menceritakan mimpinya melalui akun Twitter. Ia bercerita dijemput Jokowi di Cikeas kemudian menjemput Megawati menuju ke Stasiun Gambir.

"Saya bermimpi, di suatu hari Pak Jokowi datang ke rumah saya di Cikeas untuk kemudian bersama-sama menjemput Ibu Megawati di kediamannya. Selanjutnya kami bertiga menuju Stasiun Gambir," tulis SBY.

Baca Juga: Mimpi SBY Ditafsirkan Peluang Duet Ganjar-AHY, Demokrat: Lebay!

Bahkan, SBY juga bercerita bahwa dirinya bertemu sosok Presiden Ri Ke-8. Sosok itu membelikan tiket kereta api untuk SBY, Megawati, dan Jokowi menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Load More