Pengamat politik Rocky Gerung menanggapi cerita Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang bermimpi naik kereta bersama Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Rocky Gerung menilai mimpi SBY itu menandakan ada kontemplasi dalam diri SBY yang sedang berusaha menuntun ide persahabatan antara para pemimpin di Indonesia.
"Jadi satu rekonsiliasi dibayangkan oleh SBY dan dia ucapkan itu di dalam model yang biasa kita sebut bawah sadar. Kan mimpi itu semacam aktivitas bawah sadar," kata Rocky melalui kanal YouTube miliknya.
Menurut Rocky, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu sadar dengan kondisi negara yang tidak aman untuk saat ini.
"SBY bawah sadarnya adalah keadaan sekarang itu kok tidak aman ya, kok tidak damai ya. Jadi sebetulnya itu yang namanya psikologi terbalik dari SBY. Dia merasa ada yang tidak nyaman dan tidak aman ada perpecahan ada konflik, lalu dia upayakan itu diselesaikan secara sublimatif," lanjut Rocky.
Rocky menilai mimpi SBY itu sebagai keinginannya untuk membangun hubungan baik dan persahabatan.
"Dasar dari mimpi SBY itu adalah real suasana real politik kita hari ini," ujarnya.
Sebelumnya, SBY menceritakan mimpinya melalui akun Twitter. Ia bercerita dijemput Jokowi di Cikeas kemudian menjemput Megawati menuju ke Stasiun Gambir.
"Saya bermimpi, di suatu hari Pak Jokowi datang ke rumah saya di Cikeas untuk kemudian bersama-sama menjemput Ibu Megawati di kediamannya. Selanjutnya kami bertiga menuju Stasiun Gambir," tulis SBY.
Baca Juga: Mimpi SBY Ditafsirkan Peluang Duet Ganjar-AHY, Demokrat: Lebay!
Bahkan, SBY juga bercerita bahwa dirinya bertemu sosok Presiden Ri Ke-8. Sosok itu membelikan tiket kereta api untuk SBY, Megawati, dan Jokowi menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Berita Terkait
-
Ragam Respons Soal Mimpi SBY Naik Kereta Bareng Jokowi dan Megawati, Demokrat Terbelah
-
Soal Mimpi SBY Satu Gerbong bareng Jokowi-Megawati, Klaim Demokrat: Itu Mimpi Seluruh Rakyat Indonesia Juga
-
Mimpi SBY Ditafsirkan Peluang Duet Ganjar-AHY, Demokrat: Lebay!
-
Mimpi SBY Ditafsirkan Peluang Duet Ganjar-AHY, Demokrat: Berlebihan Juga Lah
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Raup Laba Bersih Rp66,59 Miliar, KB Bank Rombak Direksi
-
Maut di Balik Pintu Terkunci: Misteri Tewasnya Wanita Jombang di Kamar Kos Putat Jaya Surabaya
-
Pelaksaanaan Sensus Ekonomi 2026 di Berbagai Daerah
-
Diplomasi Manis RI-AS: Menagih Realisasi Investasi Hijau Paman Sam
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
3 Sandal Crocs Diskon 70 Persen di Sports Station, Bisa Hemat Ratusan Ribu!
-
Menyabung Nyawa di Aliran Lahar: Kisah Hendra, Petugas Sensus Ekonomi di Kaki Semeru
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
Rahasia Atasi Mesin Cuci Bergoyang dan Berisik di Rumah, Tanpa Panggil Tukang Servis
-
Sempat Hilang, Pencari Ikan Ditemukan Meninggal di Sungai Rejosari Lampung Tengah