/
Kamis, 22 Juni 2023 | 18:45 WIB
Politikus PSI Ade Armando ([YouTube])

Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ade Armando mengkritik kinerja DPR RI. Terlebih setelah hanya 45 wakil rakyat yang hadir secara fisik saat rapat paripurna ke-27 Masa Sidang V Tahun Sidang 2022-2023 pada Selasa 20/6) lalu. 

Ade Armando menyayangkan lebih dari setengah anggota lembaga legislatif tersebut lebih memilih secara virtual namun banyak juga yang ternyata izin maupun tak hadir dalam rapat tersebut.

"Dari 575 anggota DPR, yang hadir dalam rapat paripurna di Senayan, cuma 45," ucap Ade Armando dikutip dari @adearmando61, Kamis (22/6/2023).

Ia menuturkan jabatan wakil rakuat periode sekarang belum berakhir. Wakil parpol di Senayan itu menurutnya memiliki kewajiban untuk menyalurkan aspirasi rakyat di Indonesia.

Ade kemudian terang-terangan menyebut mereka yang tak hadir dalam rapat tersebut sebagai kelompok pemalas yang kerjanya memakan gaji saja.

"Padahal masa jabatan baru berakhir September 2024. Yang bolos itu adalah kaum pemalas, pengkhianat dan pemakan gaji buta," jelasnya.

Diketahui, rapat paripurna tersebut membahas seputar pemeriksaan keuangan pemerintah tahun 2022.

Dipimpin Puan

Ketua DPR RI Puan Maharani terlihat membuka sebuah rapat yang cukup kontroversial bukan karena apa yang dibahas namun begitu lengannya anggota wakil rakyat yang hadir dalam rapat itu.

Baca Juga: Taipei Open: Perang Saudara, Jafar / Aisyah Singkirkan Rinov / Pitha di 16 Besar

Namun elite politikus PDIP ini seperti tak masalah dengan hal itu lantaran kuorum sudah tercapai, Puan kemudian membuka dan menyatakan rapat paripurna kali ini terbuka untuk umum.

"Menurut catatan dari Sekretariat Jenderal DPR RI, telah hadir fisik 45 orang, virtual 251, dan izin 162, sehingga berjumlah 458 dan dihadiri oleh anggota dari seluruh fraksi yang ada di DPR RI. Dengan demikian kuorum telah tercapai," katanya Selasa (20/6/2023).

Load More