Selain membuka persoalan pemain yang tidak memperhatikan asupan nutrisi saat pertandingan di liga sedang berlangsung, mantan pemain Liga Indonesia asal Argentina Gustavo Chena juga mengungkapkan persoalan tersendatnya regenerasi dalam sepakbola sebelum kedatangan Pelatih Shin Tae-yong.
Dalam wawancara yang dilakukan dengan media Argentina, infobae.com, Chena mengungkapkan ada persoalan yang hingga kini terjadi dalam pembentukan generasi baru pesepak bola di Indonesia.
"Mereka mendatangkan pemain terkenal, tetapi mereka tidak memiliki basis untuk penduduk setempat dan mereka percaya bahwa seorang pemuda berusia 22 tahun masih muda untuk berkembang di Divisi Pertama," seperti dikutip dari tulisan Lucas Gatti di media tersebut.
Chena kemudian membandingkannya dengan Argentina yang mempromosikan pemain muda untuk bisa debut di kasta tertinggi liga negara tersebut.
"Di sisi lain, di Argentina pada usia 17 tahun mereka sudah melakukan debut di kasta tertinggi," ujarnya.
Ia mengungkapkan, kemungkinan besar tersebut terjadi karena didorong adanya perbedaan dalam hal budaya dan olahraga.
"Di Indonesia, mereka melawan fans yang besar seperti di negara kita (Argentina), karena memenuhi stadion dengan 80 ribu penonton. Tetapi mereka kekurangan basis sepakbola. Sepertinya, mereka lebih tertarik pada yang instan," ujarnya.
Sebelumnya, Chena mengungkapkan kebiasaan buruk pemain Indonesia saat jeda permainan yang tidak diisi dengan asupan bagus untuk stamina. Selain itu, ia mengungkapkan jika banyak pemain Indonesia yang suka makin gorengan atau 'cemilan berat' sebelum pertandingan atau jeda waktu ke babak kedua.
"Ini adalah salah satu masalah besar dalam sepak bola, karena pemain muda dan profesional tidak mendapat edukasi. Mereka makan ayam goreng sebelum pertandingan atau, saat turun minum, makan hamburger, cokelat, atau donat," ucapnya dalam wawancara yang ditulis Lucas Gatti.
Selain itu, Chena juga mengungkapkan kebiasaan tersebut telah lama ada di pemain Liga Indonesia.
"Mereka telah mempertahankan kebiasaan ini sejak lama karena mereka tidak ingin mengubahnya," ujarnya.
Kondisi tersebut, menurutnya yang menjadi tantangan bagi tim pelatih kepada anak asuhnya karena pemain harus mulai dari nol lagi untuk membiasakan hal yang tidak penting seperti itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Frenkie de Jong Cedera Hamstring, Harus Absen 6 Minggu
-
Adegan Suami Pesan Makan Satu di FTV Kisah Nyata Viral, Disebut Mirip Cerita Salshabilla Adriani
-
Hakim Sebut Kerugian Rp171,9 Triliun Kasus Minyak Asumtif, Eks Bos Pertamina Divonis 9 Tahun
-
Rincian Sanksi AFC Ke PSSI Akibat Pelanggaran Prosedur Pertandingan Melawan Timnas Mali
-
Diduga Jadi Tempat Prostitusi Malam Hari, 'Jalur Tikus' Taman Kota Cawang Akhirnya Dilas Permanen!
-
Lindungi Atlet, Ketua Umum FPTI Pastikan Bakal Tangani Laporan akan Ditangani Serius
-
Berupaya Kabur Saat Ditangkap, Bandar Narkoba Ko Erwin Ditembak di Kaki
-
Play-Ins FFNS 2026 Spring: 36 Tim Perebutkan 9 Tiket Menuju Grand Finals
-
Bisa Ditinggal Timnas Indonesia, Malaysia Was-was Menanti Sanksi
-
Tampang Koko Erwin Bandar Pemasok Narkoba Eks Kapolres Bima, Kini Pincang di Kursi Roda