Baru-baru ini, jagat maya diramaikan oleh produk sunscreen dari brand lokal Erha yang tengah menjadi pusat perhatian. Kabarnya, sunscreen tersebut mengandung zat kimia berbahaya yang dapat menimbulkan ancaman serius bagi kesehatan kulit.
Tak tinggal diam, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pun angkat bicara untuk memberikan penjelasan. Menurut BPOM, ternyata zat kimia yang kontroversial tersebut adalah 4-Methylbenzylidene Camphor (4-MBC), yang memang sering digunakan dalam industri kosmetik sebagai ultraviolet (UV) filter dan UV absorber untuk melindungi kulit dari sinar matahari.
"Bahan kimia 4-MBC termasuk ke dalam Lampiran IV Daftar Bahan Tabir Surya yang Diizinkan, dan kadar maksimum dari 4-MBC yang diizinkan adalah sebesar 4 persen," kata BPOM dalam keterangan tertulisnya.
Namun, perlu diketahui bahwa penggunaan bahan kimia 4-MBC dalam kosmetik tidak bebas tanpa batasan. BPOM telah mengatur penggunaan bahan tersebut melalui Peraturan BPOM Nomor 17 Tahun 2022 tentang Perubahan atas Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 23 Tahun 2019 tentang Persyaratan Teknis Bahan Kosmetika. Lampiran IV Daftar Bahan Tabir Surya yang Diizinkan menyebutkan bahwa kadar maksimum 4-MBC yang diizinkan adalah 4 persen.
Menanggapi hal ini, Erha sebagai produsen sunscreen tersebut diharapkan mematuhi aturan yang telah ditetapkan oleh BPOM untuk memastikan keamanan dan kualitas produknya. Dalam menghadapi kabar miring ini, Erha perlu segera mengambil tindakan untuk menjaga kepercayaan konsumen terhadap produk-produknya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
9 Fakta Maut Erupsi Gunung Dukono: Pendakian Terlarang Berujung Tragedi
-
Ambisi Prabowo-Bahlil: Alirkan Listrik Lintas Negara ke Wilayah 3T
-
Pelantikan Pengurus PAN se-Banten Digelar Besok di Tangerang, Zulhas hingga Eko Patrio Ikut Hadir
-
Kiai Ashari Suruh Korban Telan Sperma, Ini Tujuannya
-
Di KTT ASEAN, Prabowo Sebut Diversifikasi Energi Kini Jadi Kebutuhan Mendesak
-
Skandal Pencabulan di Ponpes Pati: Ashari Disebut Sakti, Warga Takut Bantu, Ayah Korban Diintimidasi
-
Respons Kejagung Soal Vonis Bebas Tiga Terdakwa Kredit Sritex
-
Warga Bogor Cek Jalur! Rekayasa Lalin 3,2 Km Diberlakukan Saat Kirab Budaya Sore Ini
-
Imigrasi Tangkap 210 WNA Terduga Pelaku Penipuan Investasi Daring di Batam
-
Pemerintah Indonesia dan Filipina Sepakat Kerja Sama Hilirisasi Industri Nikel