- FPIR mendesak Menhan Sjafrie Sjamsoeddin memprioritaskan fokus kebijakan pada ancaman kedaulatan strategis nyata.
- Ancaman riil tersebut mencakup potensi konflik Laut Cina Selatan dan maraknya praktik penangkapan ikan ilegal.
- FPIR mengimbau publik agar tidak terpancing isu polarisasi yang berpotensi melemahkan persatuan bangsa Indonesia.
Suara.com - Front Pemuda Indonesia Raya (FPIR) mendesak Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, untuk lebih memfokuskan perhatian dan kebijakan pada ancaman strategis yang nyata terhadap kedaulatan dan keamanan nasional.
Koordinator FPIR, Fauzan Ohorella, menegaskan bahwa saat ini Indonesia menghadapi tantangan serius berupa potensi konflik wilayah di Laut Cina Selatan, maraknya praktik penangkapan ikan ilegal (illegal fishing), serta berbagai pelanggaran berupa pembabatan hutan yang berdampak langsung pada stabilitas nasional dan keamanan lingkungan.
“Isu-isu tersebut adalah ancaman riil terhadap kedaulatan dan masa depan bangsa. Fokus utama Menteri Pertahanan seharusnya berada pada penguatan pertahanan negara terhadap ancaman eksternal dan strategis, bukan terseret pada persoalan-persoalan yang berada di luar tugas dan fungsi Kementerian Pertahanan,” tegas Fauzan (05/02/2026)
Fauzan juga menilai bahwa keterlibatan atau pernyataan Menhan pada isu-isu di luar mandat pertahanan justru berpotensi mengaburkan prioritas nasional dan membuka ruang kegaduhan politik yang tidak produktif.
Padahal, tantangan di kawasan perairan strategis Indonesia serta kejahatan lintas negara seperti illegal fishing membutuhkan konsentrasi penuh dan kebijakan pertahanan yang terukur.
Selain itu, FPIR juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak terjebak dalam isu polarisasi yang sengaja dibangun oleh kelompok tertentu demi kepentingan sempit.
“Kami mengimbau publik untuk tetap rasional dan tidak terpancing narasi adu domba. Polarisasi hanya akan melemahkan persatuan bangsa dan mengalihkan perhatian dari persoalan-persoalan besar yang seharusnya kita hadapi bersama,” ujar Fauzan.
FPIR menegaskan komitmennya untuk terus mendorong agenda nasional yang berorientasi pada persatuan, kedaulatan negara, serta penguatan institusi sesuai dengan fungsi dan kewenangannya masing-masing.
“Indonesia membutuhkan pemimpin yang fokus pada mandat konstitusionalnya, bukan pada isu-isu yang justru memecah belah rakyat,” pungkasnya.
Baca Juga: Terungkap! Abraham Samad Akui Diajak Menhan Sjafrie Bertemu Prabowo di Kertanegara
Berita Terkait
-
Terungkap! Abraham Samad Akui Diajak Menhan Sjafrie Bertemu Prabowo di Kertanegara
-
Pengamat: Pernyataan Menhan Soal Direksi Himbara 'Offside' dan Timbulkan Kegaduhan
-
Pengamat: Pernyataan Menhan Soal Direksi Himbara Di Luar Kapasitas
-
Menhan Sebut Pers Punya Peran Strategis Jaga Nasionalisme
-
Pengamat: Menhan Offside Bicara Perombakan Direksi Himbara
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup
-
Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM
-
Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa
-
Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut
-
Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang
-
Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19
-
Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps
-
Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli
-
Terminal Kampung Rambutan Bakal Dirombak Total Usai Terendam Banjir
-
Siapa Mohammad Bagher Zolghadr? Pengganti Ali Larijani sebagai Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran