- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memfinalisasi rute Transjabodetabek dari Blok M menuju Bandara Soekarno-Hatta.
- Tarif tiket ditetapkan Rp2.000 sebelum pukul 06.00 WIB dan Rp3.500 setelahnya, tanpa rencana penyesuaian saat ini.
- Sebanyak 20 armada bus disiapkan untuk melayani rute ini dengan interval kedatangan maksimal setiap 10 menit.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, membawa kabar menyejukkan bagi para pelaju yang sering bepergian menuju Bandara Soekarno-Hatta (Soetta).
Pemprov DKI Jakarta akan melakukan finalisasi rute Transjabodetabek dari Blok M menuju bandara internasional tersebut.
Pramono menegaskan bahwa hingga saat ini pemerintah daerah belum memiliki rencana untuk melakukan penyesuaian harga tiket pada trayek tersebut.
Bagi warga yang mengejar penerbangan pagi, tarif yang dikenakan bahkan hanya sebesar Rp2.000 untuk keberangkatan sebelum pukul 06.00 WIB.
Sementara untuk perjalanan setelah pukul 06.00 WIB, penumpang dikenakan tarif sebesar Rp3.500 seperti Transjakarta pada umumnya.
"Mengenai rencana tarifnya, belum ada perubahan. Tetap sebelum jam 6 pagi Rp2.000, setelah jam 6 pagi Rp3.500," ujar Pramono Anung di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Kamis (5/2/2026).
Selain urusan kantong, mantan Sekretaris Kabinet ini juga menjamin bahwa durasi tunggu penumpang di halte tidak akan memakan waktu lama.
Sebanyak 20 unit armada bus telah disiapkan secara khusus untuk melayani rute strategis ini guna menjaga kelancaran mobilitas masyarakat.
Pramono memproyeksikan bahwa dengan jumlah armada tersebut, bus akan tersedia dalam rentang waktu yang sangat singkat di setiap pemberhentian.
Baca Juga: Warga Terdampak Normalisasi Ciliwung Ditawari Sewa Rusun Milik Pemprov DKI
"Sehingga dengan demikian setiap 5, maksimum 10 menit, itu selalu ada," ungkapnya.
Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi konkret bagi masyarakat yang membutuhkan transportasi publik menuju bandara yang efisien dan ekonomis.
Selain membuka rute ke Soetta, Pemprov DKI Jakarta juga sudah merencanakan perluasan jalur Transjabodetabek sampai ke kawasan industri Jababeka.
Berita Terkait
-
Pramono Optimis Transjabodetabek Rute Soetta Bakal Diserbu: Bayar Rp3.500, Siapa yang Nggak Mau?
-
Diselundupkan Lewat Koper, 85.750 Benih Lobster Ilegal Digagalkan di Bandara Soetta
-
Heboh Kota Tua Jadi Lokasi Syuting Film Lisa BLACKPINK, Begini Penjelasan Pihak Pengelola
-
Warga Terdampak Normalisasi Ciliwung Ditawari Sewa Rusun Milik Pemprov DKI
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Kritik Pedas Mobilisasi Siswa Batam Demi Program MBG: Menyesatkan dan Tak Mendidik
-
Buntut Kasus Gus Yaqut, KPK Periksa Dirjen PHU Kemenag Hilman Latief
-
Suap Ketua BEM UBK Coreng Wajah Gerakan Mahasiswa, Aktivisme Bayaran Jadi Penyakit Akut
-
Dini Hari Mencekam di Duren Sawit: Api Lahap Warung Kelontong, 18 Jiwa Nyaris Terpanggang
-
Anak Sekolah Rawan Terinjak di Demo Makan Gratis Batam: Siapa yang Harus Diseret ke Hukum?
-
Kecelakaan Truk di Flyover Tomang, Material Besi Berserakan Lumpuhkan Jalur
-
Perpecahan di Partai Republik? Kongres AS Desak Trump Hentikan Agresi Militer ke Iran
-
Israel Panik Ketegangan AS-Iran Mereda, Sebut Pejanjian Damai akan Untungkan Hizbullah
-
Wall Street Panik Ditinggal Gen Z? Eks Gubernur New York Dorong Saham AS Mudah Dibeli Warga Global
-
Prabowo Kunker ke Gorontalo Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII 2026