/
Minggu, 25 Juni 2023 | 19:27 WIB
Ilustrasi berdoa (Freepik)

Menurut Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jaza'iri dalam Kitabnya yang berjudul Minhajul Muslim, niat puasa Tarwiyah tidak harus dibaca saat malam hari sebelum waktu berpuasa lantaran termasuk dalam puasa sunnah. Niat juga dapat dibaca keesokan harinya selepas salat Subuh, yakni sebagai berikut:

Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta'ala.

Artinya: "Aku niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta'ala." 

Keutamaan Puasa Tarwiyah

Islam sangat menganjurkan umat Muslim untuk menunaikan ibadah sunah puasa Tarwiyah. Keutamaan puasa Tarwiyah dapat menghapus dosa yang pernah diperbuat selama satu tahun. 

Selain itu, puasa sunnah yang menjadi amal ibadah di awal bulan Dzulhijah, sejatinya adalah perbuatan baik yang sangat disukai Allah SWT. Hal ini seperti dijelaskan dalam HR Bukhari yang artinya: 

"Tidak ada perbuatan yang lebih disukai oleh Allah daripada perbuatan baik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijah. Para sahabat bertanya: Ya Rasulullah, walaupun jihad di jalan Allah? Sabda Rasulullah: Walau jihad pada jalan Allah kecuali seorang lelaki yang keluar dengan dirinya dan harta bendanya, kemudian kembali tanpa membawa apa-apa.

Puasa Tarwiyah sangat baik untuk dikerjakan, khususnya bagi muslim yang tidak atau belum bisa menunaikan ibadah haji. Tujuannya tak lain agar umat muslim bisa merasakan nikmat para jamaah haji di Tanah Suci.

Baca Juga: Ameena Berulah saat Pengajian, Tatapan Maut Aurel Hermansyah Disorot: Mau Teriak tapi Orang-Orang Lagi Baca Doa

Load More