Pratama Arhan menghadapi penurunan signifikan dalam jumlah menit bermain setelah meninggalkan PSIS Semarang untuk bergabung dengan Tokyo Verdy, klub Liga 2 Jepang (J League 2).
Selama hampir dua musim membela Tokyo Verdy, Arhan hanya mendapatkan kesempatan tampil sebanyak dua kali, yaitu sekali dalam musim J League 2 2022 dan sekali lagi dalam Piala Kaisar Jepang tahun ini.
Meskipun minim kesempatan bermain di Tokyo Verdy, Pratama Arhan tetap mendapat kepercayaan membela Timnas Indonesia baik di level senior maupun kelompok umur U-23.
Bahkan, Arhan turut dipanggil untuk bermain dalam dua laga uji coba FIFA Matchday melawan Palestina dan Argentina pada pertengahan Juli lalu.
Setelah pertandingan melawan Argentina yang berakhir dengan skor 0-2 untuk tim tamu, Arhan bahkan mendapatkan pujian setelah berhasil membuat kiper Emiliano Martinez kerepotan dengan lemparan jarak jauh yang menjadi andalannya.
Meski masih terpakai di Timnas Indonesia, tidak bisa dipungkiri bahwa karier Arhan di klub cukup mengkhawatirkan. Hal itu sudah bisa dilihat dari harga pasarannya yang semakin turun.
Ketika masih berseragam PSIS Semarang, Arhan mencapai harga pasaran tertinggi sepanjang kariernya dengan nominal Rp5,65 miliar.
Namun, sejak berkarier di Liga Jepang, harga pasarannya mulai anjlok cukup dalam. Per 6 Januari sebagaimana menyitat data Transfermarkt, Arhan kini punya harga pasar Rp4,35 miliar alias turun sekitar Rp1,3 miliar.
Sejauh musim ini pasca tampil di Piala Kaisar, Pratama Arhan belum lagi mendapat kesempatan bermain bersama Tokyo Verdy.
Baca Juga: Lengkap! Daftar 24 Peserta Piala Dunia U-17 2023: Jepang dan Uzbekistan Lolos Terakhir
Bahkan sejak Februari 2023, nama Arhan tidak pernah dimasukan Tokyo Verdy ke dalam skuad utama termasuk dalam daftar pemain cadangan.
Menyitat Transfermarkt, Arhan terikat kontrak dengan Tokyo Verdy hingga 31 Januari 2024. Bukan tidak mungkin sang pemain bakal mencari peruntungan lain andai situasinya di klub tidak berubah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Drama Overtime Antar Perbanas ke Asia, Ubaya Kuasai Takhta Putri Campus League 2026
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Banyak Keluarga Melakukannya, Merencanakan Akhir Hayat Kini Jadi Bagian dari Financial Planning
-
Dari Live Shopping ke PayLater, Begini Cara Generasi Digital Berbelanja Sekarang
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
-
Jelajah Tri: Dari Benteng Kuto Besak hingga Ampera, Palembang Makin Terkoneksi di Era Digital
-
Curhat Ratu Sofya, Belum Terima Honor Sepeserpun usai Main Film Dosa
-
Sengkarut Data Alamat di Hari Pertama SPMB Malang 2026
-
2 Oknum Perwira Polda Jatim Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring