/
Selasa, 27 Juni 2023 | 14:34 WIB
Bakal calon presiden (Bacapres) PDIP, Ganjar Pranowo. ((ANTARA FOTO/Anis Efizudin))

Calon Presiden dari PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo, baru-baru ini mendapat kecaman dari kalangan warganet usai sampaikan keluhan warga Jakarta kepada Heru Budi melalui sambungan telepon. Banyak yang menilai tindakan tersebut tidak etis untuk dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah itu.

Menanggapi hal tersebut, seorang pakar politik Ray Rangkuti mengatakan bahwa tindakan Ganjar itu sudah jelas dinilai negatif oleh maysarakat.

"Saya kira sangat mudah melihatnya yah, dengan banyaknya kritikan publik yah kemudian terhadap beliau menunjukan bahwa apa yang dilakukan oleh Pak Ganjar itu negatif di dalam persepsi masyarakat" ungkap Ray Rangkuti melalui wawancara tvOneNews pada Senin (26/6/2023).

Menurutnya, tindakan yang dinilai negatif dalam persepsi masyarakat tentu secara otomatis akan dapat menurunkan citra orang itu sendiri. Hal tersebut dapat berdampak pada elektabilitas Ganjar sebagai calon presiden di mata masyarakat.

"Sesuatu yang negatif di dalam persepsi masyarakat yah, otomatis akan dapat menurunkan yah citra, dan sendirinya dengan menurunkan elektabilitas beliau di mata masyarakat" kata dia.

Ray menjelaskan, meski setelahnya partai pengusung PDI Perjuangan mengklarifikasi tindakan Ganjar, namun hal itu tak berpengaruh banyak akan persepsi negatif yang sudah melekat di masyarakat.

"Saya kira ya dengan berbagai cara PDIP menjelaskan tindakan yang dilakukan oleh Pak Ganjar kemaren itu. Itu boleh lah mungkin sedikit banyak akan mengurangi. Tetapi bobot terkuatnya yang terlihat itu adalah negatif atas tindakan yang seperti itu didasarkan pada dua hal yang disebutkan itu tadi," katanya.

Adapun dua asumsi yang mungkin berkembang di masyarakat antara lain bisa saja masyarakat menilai hal tersebut tidak etis. 

Kedua, masyarakat mempertanyakan Ganjar yang masih berstatus calon presiden (capres) tetapi terlalu mengurusi urusan daerah.

Baca Juga: Ganjar Dibully, Relawan Heran: Bantu Orang Aja Dijulidin, Apalagi Kalau Bikin Salah

"Ada mungkin asumsi masyarakat yang mengatakan itu tidak etis, ada mungkin masyarakat yang mengatakan kok calon presiden ngurusinnya soal retribusi di tingkat kelurahan, tingkat kecamatan dan seterusnya," ucap Ray.

Ray menambahkan bahwa melalui tindakan tersebut justru masyarakat tidak akan melihat wajah calon presiden dalam diri Ganjar.

"Jadi orang tidak melihat wajah calon presiden di situ," katanya. (Ay)

Load More