/
Rabu, 28 Juni 2023 | 10:51 WIB
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha)

Politikus PDI Perjuangan Masinton Pasaribu menegaskan bahwa pemerintah tidak melanggar konstitusi, terlebih sampai menjegal seseorang agar tidak bisa mencalonkan diri menjadi calon presiden (capres).

Menanggapi isi buku yang ditulis Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang berjudul "The President Can Do No Wrong: Pilpres 2024 & Cawe-Cawe Presiden Jokowi", Masinton meminta jangan salahkan pemerintah dengan menyebut upaya penjegalan apabila ada yang gagal maju menjadi capres.

"Jadi kalau ada capres yang gagal maju, itu bukan datang dari pemerintah, pemerintah tidak mungkin melanggar konstitusi membatasi hak konstitusional orang," kata Masinton di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta dikutip Rabu (28/6/2023).

Ia menegaskan bahwa jika ada capres yang sampai gagal maju seharusnya keseriusan dari partai-partai pendukung di koalisi patut dipertanyakan.

"Jadi, kalau ada yang sampai tidak bisa nyalon, kan syaratnya 20 persen ya kan, jadi ditanyakan partai-partai politik yang akan mengusung keseriusan dari masing-masing partai politik tadi," ungkap Masinton.

Ibarat sebuah pesawat, Masinton menjelaskan jika pesawat tidak bisa terbang maka jangan salahkan udara. Namun, perlu dicek permasalahan di internal pesawat itu sendiri.

"Kalau nggak bisa terbang jangan salahkan udara dong. ya kan, jangan dibilang udaranya yang enggak bersahabat kalau nggak bisa terbang. periksa dong sayapnya, ya kan, kalau pesawat engine-nya ya kan, pilotnya. Jangan-jangan pilotnya enggak bisa nerbangin pesawat ya kan, yang disalahkan udara," tutur Masinton.

Diketahui, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menulis buku berjudul "The President Can Do No Wrong: Pilpres 2024 & Cawe-Cawe Presiden Jokowi".

Buku setebal 24 halaman yang tidak akan dijual untuk umum melainkan hanya untuk para kader itu berisi pandangan pribadi SBY seputar Pilpres 2024 dan berbagai isu yang mewarnainya.

Baca Juga: Momen SBY Ajak Ribuan Siswa Melukis 'Pacitan Masa Depan'

Sesuai judul bukunya, Presiden RI ke-6 itu juga menyinggung dugaan keikutsertaan Presiden Jokowi dalam Pilpres 2024 atau yang disebut cawe-cawe. 

Dalam bukunya, SBY menilai Jokowi bisa saja melakukan penjegalan agar Anies Baswedan gagal tampil sebagai capres pada Pemilu 2024. Dia menekankan langkah politik itu sah-sah saja asalkan tidak melanggar hukum.

Namun SBY menyoroti etika Jokowi jika benar-benar melakukan hal itu maka sama saja dengan penyalahgunaan kekuasaan. Misalnya saja dengan mencari-cari kesalahan Anies hingga ditetapkan sebagai tersangka dalam sebuah kasus pidana.

Load More