/
Rabu, 28 Juni 2023 | 14:21 WIB
Ganjar Pranowo ((Instagram/@ganjar_pranowo))

Pegiat media sosial Jhon Sitorus mengaku dipaksa untuk tidak memilih Ganjar Pranowo sebagai calon presiden atau capres di Pilpres 2024. Alasannya karena Gubernur Jawa Tengah itu sempat menolak Israel di Piala Dunia U-20.

Sebelumnya, Ganjar memang menjadi salah satu sosok yang disalahkan penggemar sepak bola Tanah Air atas batalnya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20. Publik menilai penolakan Ganjar terhadap Israel membuat situasi semakin panas, sehingga FIFA mencabut status Indonesia sebagai tuan rumah.

Mengenai itu, Jhon Sitorus mengaku dirinya kini sampai dipaksa untuk tidak memilih Ganjar. Namun, pemaksaan itu tentu ditolak mentah-mentah oleh Jhon Sitorus.

"Saya dipaksa untuk tidak memilih Ganjar Pranowo hanya karena beliau menolak Israel di Piala Dunia U-20," cuitnya lewat akun Twitter @Miduk17 pada Rabu (28/6/2023).

Menurutnya, jika tidak memilih Ganjar, maka dia justru harus memilih capres yang dinilai lebih buruk. Seperti menculik aktivis hingga dekat dengan kelompok radikal. Namun, Jhon Sitorus sendiri tidak menyebut siapa nama capres yang dimaksudnya.

"Lalu saya harus memilih orang yang: menculik aktivis, dekat dengan kelompok radikal, bagian dari orde baru dan temperamental. Begitu? Logika nggedabrus," sambungnya.

Sebagai informasi, sejauh ini baru ada tiga nama bakal capres 2024 yang dideklarasikan. Mereka adalah Ganjar Pranowo dari PDIP, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dari Partai Gerindra dan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan.

Sontak cuitan Jhon Sitorus itu langsung memicu kontroversi. Banyak warganet yang justru menggeruduk kolom komentar Jhon Sitorus dan balas mengkritiknya atas pernyataan tersebut.

"Kamu yakin dan bertanggung jawab atas pernyataan kamu kalau ada salah satu calon yang menculik aktivis, semoga pernyataan kamu ini dibaca oleh yang bersangkutan," komentar warganet.

Baca Juga: Podium di Belanda Buat Aprilia Racing Pede Hadapi Sisa Musim MotoGP 2023

"Wah tweet ini sudah kartu merah. Tuduhan serius ini," kritik warganet.

"Selama ini omongan kamu selalu basah dengan kata kata Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Tapi bertolak belakang dengan Pancasila itu sendiri," tambah yang lain.

"Kalau saya gak dipaksa milih Ganjar karena bukan pilihan baik. 10 tahun gagal membawa Jateng. Kasus Wadas. Penggemar bokep. Tak Paham etika dan teritorial," tulis warganet.

"Awas offside lek, bahaya," tegur warganet.

Load More