Pegiat media sosial Jhon Sitorus mengaku dipaksa untuk tidak memilih Ganjar Pranowo sebagai calon presiden atau capres di Pilpres 2024. Alasannya karena Gubernur Jawa Tengah itu sempat menolak Israel di Piala Dunia U-20.
Sebelumnya, Ganjar memang menjadi salah satu sosok yang disalahkan penggemar sepak bola Tanah Air atas batalnya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20. Publik menilai penolakan Ganjar terhadap Israel membuat situasi semakin panas, sehingga FIFA mencabut status Indonesia sebagai tuan rumah.
Mengenai itu, Jhon Sitorus mengaku dirinya kini sampai dipaksa untuk tidak memilih Ganjar. Namun, pemaksaan itu tentu ditolak mentah-mentah oleh Jhon Sitorus.
"Saya dipaksa untuk tidak memilih Ganjar Pranowo hanya karena beliau menolak Israel di Piala Dunia U-20," cuitnya lewat akun Twitter @Miduk17 pada Rabu (28/6/2023).
Menurutnya, jika tidak memilih Ganjar, maka dia justru harus memilih capres yang dinilai lebih buruk. Seperti menculik aktivis hingga dekat dengan kelompok radikal. Namun, Jhon Sitorus sendiri tidak menyebut siapa nama capres yang dimaksudnya.
"Lalu saya harus memilih orang yang: menculik aktivis, dekat dengan kelompok radikal, bagian dari orde baru dan temperamental. Begitu? Logika nggedabrus," sambungnya.
Sebagai informasi, sejauh ini baru ada tiga nama bakal capres 2024 yang dideklarasikan. Mereka adalah Ganjar Pranowo dari PDIP, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dari Partai Gerindra dan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan.
Sontak cuitan Jhon Sitorus itu langsung memicu kontroversi. Banyak warganet yang justru menggeruduk kolom komentar Jhon Sitorus dan balas mengkritiknya atas pernyataan tersebut.
"Kamu yakin dan bertanggung jawab atas pernyataan kamu kalau ada salah satu calon yang menculik aktivis, semoga pernyataan kamu ini dibaca oleh yang bersangkutan," komentar warganet.
Baca Juga: Podium di Belanda Buat Aprilia Racing Pede Hadapi Sisa Musim MotoGP 2023
"Wah tweet ini sudah kartu merah. Tuduhan serius ini," kritik warganet.
"Selama ini omongan kamu selalu basah dengan kata kata Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Tapi bertolak belakang dengan Pancasila itu sendiri," tambah yang lain.
"Kalau saya gak dipaksa milih Ganjar karena bukan pilihan baik. 10 tahun gagal membawa Jateng. Kasus Wadas. Penggemar bokep. Tak Paham etika dan teritorial," tulis warganet.
"Awas offside lek, bahaya," tegur warganet.
Berita Terkait
-
Timnasnya Angkat Koper, Media Vietnam Malah Puji Indonesia yang Ikut Piala Dunia U-17
-
Israel Absen, Gubernur Bali Ikut Bahas Piala Dunia U-17 2023, Apa Katanya?
-
Masih Tunggu FIFA, PSSI Tancap Gas Pakai JIS untuk Piala Dunia U-17 Kalau Dianggap Layak
-
Publik Vietnam Puji Timnas Indonesia di Piala Dunia U-17, Bersaing dengan Negara Eropa
-
Groundbreaking Plaza Bung Karno Bersama Kang Emil, Pantun Hasto: Bacawapres Ganjar Ada di Sini
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Sudirman Said Mengaku Tak Dicecar soal Riza Chalid dalam Pemeriksaan Kasus Petral
-
Porprov Jateng 2026 Terapkan Sistem Real-Time, Hasil Pertandingan hingga Prestasi Dipantau Langsung
-
Langkah Isuzu di GIIAS 2026 Jadi Ujian Konsistensi di Tengah Ketatnya Pasar Kendaraan Niaga
-
Dituding Singgung Hubungan Rizky Nazar, Anjasmara Akhirnya Minta Maaf: Saya Tidak Sebut Nama
-
Indonesia Jadi Pasar Strategis Acerpure, Generasi Muda Jadi Target Utama
-
Mati Listrik saat Bikin Roti? Ini 5 Cara Selamatkan Adonan!
-
PHK Meningkat, DPR Minta KP2MI Genjot Penempatan Pekerja ke Luar Negeri
-
Koordinat Lokasi hingga Data Keluarga Bocor, Dosen UGM Diteror usai Kritik Dugaan Mutasi ASN
-
MPLS Berakhir, MBG jadi Pengalaman Pertama Mencicipi Buah Impor bagi Siswa di Sekolah Kecil Jogja
-
Kisah BRILink Agen Simalungun: Dulu Jemput Bola, Kini Bawa Pulang Mobil dari BRI