/
Kamis, 29 Juni 2023 | 20:51 WIB
Gibran Rakabuming Raka (Suara.com/Alfian Winanto)

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka baru-baru ini mendapatkan sindiran dari politisi senior PDIP, Panda Nababan. Putra sulung Presiden Jokowi itu disebut Panda sebagai 'anak ingusan'.

Sindiran itu dilontarkan saat Panda menjadi narasumber dan berdikusi dalam acara Adu Perspektif pada Senin (26/6/2023) lalu. Kala itu, Panda memberikan pandangannya terkait peluang Gibran maju di Pilpres 2024.

Menurutnya, Gibran belum pantas untuk mencalonkan diri di level Pilpres. Ia menegaskan pemimpin Kota Solo itu masih harus belajar dulu di dunia politik. Apalagi, kata Panda, Gibran masih anak ingusan.

Panda melanjutkan, jika Gibran dipaksakan maju Pilpres 2024, maka hal itu bisa terlihat seperti dinasti politik. Selain itu, Panda juga menyebut Gibran bisa besar kepala jika bermain politik tanpa melalui proses panjang seperti Jokowi.

"Gibran anak ingusan kok (mau maju Pilpres 2024), gimana? Nanti anak itu besar kepala, masih belajar dulu lah," tegas Panda Nababan.

"Dia butuh proses seperti bapaknya (Jokowi), panjang. Nggak langsung ujug-ujug kayak gitu, kayak dinasti (politik) aja," sambungnya.

Karena itu, Panda memberikan saran kepada Gibran untuk mencontoh jejak Jokowi yang kerap mendekatkan diri ke rakyat dengan blusukan.

"Dia juga mesti tunjukkan bagaimana kedekatan dia ke rakyat, bagaimana dia memperjuangkan rakyat, seperti yang dilakukan bapaknya. Tiba-tiba anak presiden langsung jadi ya nggak lah," tandasnya.

Perkataan Panda Nababan yang 'nyelekit' itu ditanggapi Gibran dengan santai. Kakak Kaesang Pangarep ini merasa tidak tersinggung. Sebaliknya, ia justru mengucapkan terima kasih atas saran yang diberikan politisi senior PDIP itu.

Baca Juga: Tinggalkan Goodison Park, Everton Siap Pindah ke Stadion Baru di Musim 2025/2026

"Ya, terima kasih untuk masukannya dari para senior partai," kata Gibran seperti dikutip SuaraSurakarta.di Kamis (29/6/2023).

Saat ditanya kemungkinan meminta Panda datang ke Solo, Gibran langsung keheranan. Ia justru bertanya mengapa dirinya harus mengundang Panda Nababan ke Solo hanya karena mengkritiknya.

"Lha kenapa ngundang (Panda Nababan) ke Solo? Nggak usah, masak saya minta-minta. Nggak boleh perintah-perintah senior. Pokoknya terima kasih untuk masukan semua ya. Terutama untuk para senior partai," ucap Gibran.

Bapak Jan Ethes ini kembali menegaskan dirinya sama sekali tidak tersinggung dengan perkataan Panda. Ia juga mengamini pernyataan Panda bahwa dirinya memang harus belajar lagi.

"Nggak (tidak tersinggung dengan omongan Panda). Saya memang perlu banyak belajar, terima kasih," pungkas Gibran.

Load More