- Kemenkes bangun 66 rumah sakit tipe madya di daerah terpencil dan perbatasan.
- Rumah sakit tersebut mampu menangani 80 persen penyakit masyarakat tanpa rujukan jauh.
- Pembangunan tersebar di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua untuk pemerataan kesehatan.
Suara.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menargetkan pemerataan layanan kesehatan rujukan dengan membangun 66 rumah sakit tipe madya atau setara tipe C di daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan atau DTPK. Dengan kualifikasi tersebut, rumah sakit ini diproyeksikan mampu menangani hingga 80 persen jenis penyakit yang umum diderita masyarakat.
Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Lanjutan Kemenkes, Azhar Jaya, menyatakan bahwa pembangunan puluhan rumah sakit ini menyasar wilayah-wilayah yang selama ini belum memiliki fasilitas kesehatan rujukan setara tipe C.
“Kami mendapat tugas membangun 66 rumah sakit di daerah DTPK, yaitu daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan,” ujar Azhar dalam konferensi pers di Gedung Kemenkes, Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Sebaran pembangunan mencakup 12 kabupaten/kota di Pulau Sumatra, tiga kabupaten di Kalimantan, empat kabupaten di Nusa Tenggara, 13 kabupaten di Sulawesi, 10 kabupaten di Maluku, serta 24 kabupaten di Papua. Azhar menyebut progres pembangunan saat ini bervariasi.
“Beberapa sudah selesai 100 persen. Untuk yang progresnya 91 persen, diperkirakan rampung pada Februari 2026. Sementara proyek yang masih di bawah 80 persen ditargetkan selesai pada triwulan pertama atau sekitar bulan Maret mendatang,” jelasnya.
Azhar menekankan bahwa fasilitas yang dibangun merupakan rumah sakit rujukan standar tipe C, bukan sekadar pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) berskala besar. Rata-rata rumah sakit tersebut dibangun setinggi tiga lantai dengan kapasitas lengkap, mulai dari lobi, ruang rawat jalan, rawat inap, ruang operasi, ruang cathlab, hingga ruang hemodialisis (cuci darah).
“Ini benar-benar rumah sakit rujukan. Kami ingin sebagian besar persoalan kesehatan di daerah dapat ditangani tanpa harus mengirim pasien ke kota besar atau ke Pulau Jawa,” tegas Azhar.
Lebih lanjut, Azhar mengklaim keberadaan rumah sakit tipe madya ini akan memangkas rantai rujukan berlapis yang selama ini membebani pasien dan keluarganya.
“Kami berharap 80 persen kasus penyakit di masyarakat, termasuk jantung, stroke, kanker, urologi, saraf, serta ibu dan anak, dapat diselesaikan di rumah sakit ini. Pasien tidak perlu lagi dirujuk jauh hingga ke Pulau Jawa,” pungkasnya.
Baca Juga: Kemenkes Minta Jangan Lagi Ributkan BPJS PBI: RS Harus Tetap Layani Pasien
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi