/
Selasa, 04 Juli 2023 | 15:43 WIB
Habib Rizieq Shihab

Habib Rizieq Shihab buka suara soal kerusuhan di Prancis yang dipicu oleh kematian Nahel Merzouk, seorang remaja 17 tahun yang dibunuh polisi Nanterre. Habib Riieq lantas mengaitkannya dengan kejahatan kemanusiaan yang terjadi di Indonesia.

Dalam salah satu kajiannya, Rizieq Shihab membahas soal kematian warga negara oleh aparat yang terjadi di beberapa tempat.

"Dulu di Amerika polisi nangkap satu orang cara nangkapnya dengan lutut sampai leher, terus meninggal, polisi Amerika minta maaf. Kemarin di Perancis, ada remaja dibunuh polisi, satu negeri di Prancis kompak," kata Habib Rizieq.

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) ini lantas membandingkannya dengan yang terjadi di Indonesia yakni ketika enam anggota Laskar FPI tewas di peristiwa KM 50 dan kejahatan-kejahatan kemanusiaan yang lain yang terjadi di Tanah Air.

"Sampai hari ini belum beres, ada 6 anak muda santri, diculik, disiksa, dibunuh, dan difitnah, difitnah pula guru-gurunya, guru-gurunya ditangkap, organisasinya dibubarkan, nah itu yang membantai masih tenang-tenang aja, sampai sekarang naik pangkat yang menculik, yang membunuh jalan santai sambil senyum-senyum dan dikasih jabatan," Rizieq Shihab membeberkan.

Habib Rizieq lantas mempertanyakan kenapa di Indonesia tidak ada perlawanan seperti peristiwa di Amerika dan Prancis ketika menghadapi ketidakadilan dan kezaliman.

"Kalau lihat ada kezaliman enggak usah bicara organisasi apa, itu bukan organisasi itu, bukan majelis saya enggak. Jangankan orang Islam, orang kafir sekalipun di negeri kita, kalau dizalimi, diculik, disiksa, dibunuh tanpa alasan wajib untuk kita kompak! Enggak ada urusan ini bukan orang Muslim, dari partai anu partai ini, kita harus lawan," tegasnya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.

Baca Juga: Hobi Scrolling Ponsel Lama-lama? Zodiakmu Pasti Masuk dalam Daftar Ini

Load More