Habib Rizieq Shihab buka suara soal kerusuhan di Prancis yang dipicu oleh kematian Nahel Merzouk, seorang remaja 17 tahun yang dibunuh polisi Nanterre. Habib Riieq lantas mengaitkannya dengan kejahatan kemanusiaan yang terjadi di Indonesia.
Dalam salah satu kajiannya, Rizieq Shihab membahas soal kematian warga negara oleh aparat yang terjadi di beberapa tempat.
"Dulu di Amerika polisi nangkap satu orang cara nangkapnya dengan lutut sampai leher, terus meninggal, polisi Amerika minta maaf. Kemarin di Perancis, ada remaja dibunuh polisi, satu negeri di Prancis kompak," kata Habib Rizieq.
Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) ini lantas membandingkannya dengan yang terjadi di Indonesia yakni ketika enam anggota Laskar FPI tewas di peristiwa KM 50 dan kejahatan-kejahatan kemanusiaan yang lain yang terjadi di Tanah Air.
"Sampai hari ini belum beres, ada 6 anak muda santri, diculik, disiksa, dibunuh, dan difitnah, difitnah pula guru-gurunya, guru-gurunya ditangkap, organisasinya dibubarkan, nah itu yang membantai masih tenang-tenang aja, sampai sekarang naik pangkat yang menculik, yang membunuh jalan santai sambil senyum-senyum dan dikasih jabatan," Rizieq Shihab membeberkan.
Habib Rizieq lantas mempertanyakan kenapa di Indonesia tidak ada perlawanan seperti peristiwa di Amerika dan Prancis ketika menghadapi ketidakadilan dan kezaliman.
"Kalau lihat ada kezaliman enggak usah bicara organisasi apa, itu bukan organisasi itu, bukan majelis saya enggak. Jangankan orang Islam, orang kafir sekalipun di negeri kita, kalau dizalimi, diculik, disiksa, dibunuh tanpa alasan wajib untuk kita kompak! Enggak ada urusan ini bukan orang Muslim, dari partai anu partai ini, kita harus lawan," tegasnya.
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Baca Juga: Hobi Scrolling Ponsel Lama-lama? Zodiakmu Pasti Masuk dalam Daftar Ini
Berita Terkait
-
Menantu Rizieq Bareng FPI Demo di Depan Kantor Kemenag, Minta Ponpes Al Zaytun Panji Gumilang Diproses Hukum
-
Butet Singgung Capres Tukang Culik, Prabowo Langsung Dibela Loyalis Anies: PDIP Jahat Banget
-
Budayawan Butet Singgung Capres Tukang Culik, Fadli Zon: Biar, Lagi Kepepet Isi Dompet
-
Bukan Cuma UAS, Habib Rizieq Pun Kecam Ajaran Ponpes Al Zaytun
-
Rayakan Idul Fitri Hari Ini, Habib Rizieq Akan Shalat Id Besok Ikut Penetapan Pemerintah
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?