/
Selasa, 04 Juli 2023 | 23:54 WIB
Tangkapan layar potongan video kejadian intimidasi yang dilakukan oknum legislator berinisial JTA kepada petugas keamanan di area Graha Mandiri RSUD dr. Iskak Tulungagung. ([ANTARA/HO-TL])

Seorang Anggota DPRD kota Tulungagung, Jawa Timur melakukan tindakan kekerasan kepada seorang satpam rumah sakit usai ditegur untuk tidak merokok di area rumah sakit.

Dalam unggahan video akun Twitter @Miduk17, menunjukan rekaman CCTV yang menampilkan seseorang yang diketahui salah satu anggota DPRD melakukan tindakan kasar kepada seorang satpam rumah sakit. 

"Beginilah contoh anggota dewan yang miskin wawasan, miskin adab. Anggota DPRD Tulungagung ini menmpar satpam RS karena ditegur agar tidak membawa anak kecil dan merokok di area rumah sakit ini memalukan, menggunakan kekuasaan untuk ABUSE OF POWER. Jangan selesai di atas materai saja," tulisnya dalam kolom caption pada Selasa (4/7/2023).

Diketahui satpam tersebut sebelumnya menegur lelaki tersebut untuk tidak membawa anak kecil dan merokok di area rumah tersebut. Tak terima ditegur oleh satpam, lelaki yang diketahui berinisial JTA itu menampar satpam tersebut. 

Peristiwa ini diketahui terjadi di Rumah Sakit Unit Darurat (RSUD) Dr Iskak pada 27 Juni 2023. Pihak rumah sakit juga membenarkan akan kejadian tersebut, meski anggota dewan dalam video itu mengelak.

Kejadian itu lantas mendapat respon beragam dari warganet, tak jarang mereka mempertanyakan fraksi anggota dewan dalam video itu.

"Kok nggak disebut fraksinya. Apakah selemah itu informasi @Miduk17 untuk data oknum dari fraksi tertentu?" tulis warganet.

"Kalau nggak viral ga akan ada kata maaf. JT siapa tuh? Partainya?" tulis akun lain.

"Partainya berani gak menindaknya?" tulis akun lainnya.

Baca Juga: Polisi Kantongi Terduga Pelaku Pembunuhan Pasutri Pengusaha Kolam Renang Di Tulungagung

Belakangan, oknum DPRD Tulungagung yang diduga melakukan pemukulan tersebut berinisial JTA.

Ia diduga tidak terima ditegur oleh satpam rumah sakit hingga akhirnya oknum DPRD Tulungagung itu terlihat menyentuh kepala petugas jaga, setelah sebelumnya ke pintu lift. 

Petugas jaga hanya diam, sementara rekannya mencoba menenangkan situasi. Petugas jaga tidak tahu sosok yang dihadapinya.

Sebenarnya, pihak RSUD dr. Iskak sudah melakukan upaya memediasi untuk diselesaikan secara kekeluargaan. Akan tetapi, ada desakan dari pengelola rumah sakit untuk memberikan perlindungan pada pegawainya saat bertugas.

"Apabila menertibkan aturan harus ada perlindungan dari manajemen," kata Kepala Tata Usaha RSUD dr. Iskak Tulungagung Eko Sudharmono. (Ay)

Load More