Pelatih Persija Jakarta, Thomas Doll, memberikan pernyataan yang mengejutkan soal potensi pesepakbola Indonesia yang dianggap layak untuk berkarier di Liga Jerman.
Hal itu disampaikan Thomas Doll saat menjalani sesi wawancara eksklusif dengan media asal Malaysia, Astro Arena. Pelatih asal Jerman itu ternyata memiliki anggapan yang keliru soal sepak bola Indonesia.
Menurut Doll, saat pertama kali mendengar Indonesia, dia tak menganggap ada gairah sepak bola yang luar biasa. Namun, anggapan itu berubah setelah dia datang langsung ke Tanah Air untuk membesut Persija.
Bahkan, ia kini berani menyebut kalau beberapa pemain Timnas Indonesia sudah layak menjajal Liga Jerman. Menurut Doll, ada banyak pemain Indonesia yang bisa berkarier di Jerman, paling tidak di kasta kedua Bundesliga.
“Pandangan saya kepada sepak bola Indonesia telah berubah. Sebelum saya datang ke sini, saya kira sepakbolanya biasa saja,” kata Doll kepada Astro Arena, via Makan Bola.
“Namun setelah di sini, saya melihat banyak aksi luar biasa dan para pemain bertalenta. Ada sejumlah pemain yang bisa bermain di kasta kedua Liga Jerman," tambahnya.
Berikut ini deretan pesepakbola Indonesia yang rasanya sudah layak berkarier di Liga Jerman, mengacu dari penyataaan Thomas Doll tersebut.
1. Rizky Ridho
Salah satu pemain muda potensial yang saat ini berada di bawah asuhan Thomas Doll ialah Rizky Ridho. Bek Timnas Indonesia ini baru saja ditransfer Persija Jakarta dari Persebaya Surabaya.
Usia Ridho memang masih sangat muda. Bek asal Surabaya ini baru berumur 21 tahun. Namun, dia sudah menjadi pemain andalan Shin Tae-yong di Timnas Indonesia. Sebab, ia telah membukukan 23 pertandingan internasional.
Apabila Ridho bisa terus mengembangkan potensinya di bawah arahan Thomas Doll, bukan tidak mungkin kapten Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2023 ini bisa melanjutkan kariernya di luar negeri.
2. Asnawi Mangkualam
Salah satu pemain andalan Timnas Indonesia yang sampai saat ini masih konsisten berkarier di luar negeri ialah Asnawi Mangkualam. Setelah meninggalkan Ansan Greeners, kini dia berkiprah bersama Jeonnam Dragons.
Pemain Timnas Indonesia, Asnawi Mangkualam (kanan). [AFP]
Asnawi Mangkualam merupakan tipe pemain yang punya mentalitas luar biasa. Dia juga punya daya juang yang luar biasa, sehingga tak pernah gentar menghadapi siapa pun lawan yang dihadapi.
Asnawi tentu punya potensi berkarier di Liga Jerman. Apalagi, dia sudah tampil reguler di kasta kedua Liga Korea Selatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Indonesia Police Watch Tolak Wacana Polri di Bawah Kementerian: Akan Jadi Pembantu Politisi
-
Aksi Pinkan Mambo Nyanyi dan Joget di Pinggir Jalan Tuai Kritik: Bikin Macet!
-
Tegas Lawan Pelecehan Daring, Agensi Hyeri Pastikan Proses Hukum Berjalan
-
Filosofi Jersey Soekarno Run 2026: Mengusung Semangat Berdikari dan Simbol Perjuangan
-
Pandji Pragiwaksono Diperiksa 8 Jam, Diperlihatkan Penyidik Potongan Mens Rea Hasil Bajakan
-
Viral Aksi Heroik Polisi Baru Sembuh Stroke Selamatkan Pria Lansia dari Gigitan Pitbull
-
Optimis Lawan Iran, Brian Ick: Kami Tak Ingin Kalah di Rumah Sendiri
-
BATC 2026: Prahdiska Bagas Shujiwo Menang Dramatis Meski Cedera, Indonesia Unggul 2-1 atas Thailand
-
Golkar Dukung Prabowo Masuk Dewan Perdamaian Gaza: Politik Bebas Aktif, Mengalir tapi Tidak Hanyut
-
Menghempas Energi Buruk di Buku Memaafkan yang Tak Termaafkan