/
Senin, 17 Juli 2023 | 12:02 WIB
Ilustrasi penis / Mr P lelaki. (Shutterstock)

Kisah tragis seorang pria asal Spanyol menjadi sorotan setelah operasi untuk memperbaiki penisnya yang bengkok berubah menjadi suatu kesialan. Pria tersebut kemudian menuntut ganti rugi senilai 60 ribu poundsterling atau sekitar Rp1,1 miliar dari Layanan Kesehatan Murcian (SMS) di Spanyol selatan.

Dilansir dari Mirror, pria tersebut mengklaim bahwa dokter yang melakukan operasi membuat kesalahan dengan memotong penisnya hampir 6 sentimeter. Akibatnya, pria tersebut mengalami kesulitan mempertahankan ereksi dan berhubungan seksual. Ia juga mengungkapkan bahwa penisnya terasa sakit setiap kali ereksi terjadi.

Dalam gugatannya, pria yang tidak disebutkan namanya itu menyebutkan bahwa rumah sakit Cartagena tidak memberitahunya tentang risiko yang terkait dengan operasi tersebut. Ia juga mencoba mendapatkan penanganan medis di rumah sakit La Fe di Valencia, namun petugas medis mengatakan bahwa situasi yang dialaminya tidak dapat diubah.

Namun, Dewan Hukum Wilayah Murcia (CJRM) menolak klaim pria tersebut dengan menyatakan bahwa dokter di rumah sakit Cartagena telah memberikan informasi kepada pasien tentang kemungkinan hasil operasi yang dapat mengakibatkan penis yang lebih pendek.

Hingga saat ini, belum jelas apakah pria tersebut akan mengajukan banding terhadap keputusan CJRM dan membawa kasusnya ke pengadilan yang lebih tinggi.

Dalam konteks ini, Dr. Manuel Viso dikutip oleh media lokal menyebutkan bahwa penurunan panjang penis sebanyak satu hingga tiga sentimeter merupakan hal normal selama operasi untuk memperbaiki penis yang bengkok.

Penis bengkok atau penyakit Peyronie adalah kondisi di mana penis mengalami kelengkungan yang tidak normal akibat jaringan parut fibrosa yang terbentuk pada penis. Kondisi ini dapat menyebabkan ereksi melengkung dan menyakitkan, serta mengakibatkan kesulitan mempertahankan ereksi.

Load More