/
Selasa, 18 Juli 2023 | 08:55 WIB
Ketum PSSI ErickThohir. ((Dok. PSSI))

Musim kompetisi BRI Liga 1 2023/2024 baru dimulai, namun sejumlah keputusan wasit banyak menuai kontroversi. Tak sedikit fans hingga official klub menyayangkan keputusan kontroversial wasit di beberapa pertandingan.

Yang paling banyak disorot adalah keputusan soal posisi offside hingga tidak adanya kartu kepada pemain yang melakukan tekel keras, padahal jelas-jelas ada di depan mata wasit.

Di sisi lain, PSSI sebelum Liga 1 dimulai sudah melakukan seleksi ketat terhadap calon wasit Liga 1. Seleksi itu bahkan menggandeng Federasi Sepak Bola Jepang (JFA). Hasilnya, dari 160 wasit, cuma 18 orang yang dinilai memenuhi standar.

Namun buktinya, setelah liga dimulai, masih saja ada keputusan kontroversial wasit di lapangan. Terkait ini, Ketua Umum PSSI Erick Thohir angkat bicara.

Erick Thohir menegaskan bahwa Komite Wasit terus melakukan peninjauan (review) atas kinerja para wasit yang bertugas di Liga 1 musim ini di setiap pekannya.

“Ya kan dari Komdis (Komite Disiplin) sudah mereview per minggu untuk kasus-kasus yang terjadi di Liga, apakah pemain ada yang kasar dll. Nah Komite Wasit juga akan melakukan sistem itu, ya me-review,” kata Erick di Jakarta, Senin (17/7/2023).

Erick meminta pencinta sepak bola Tanah Air untuk bersabar lebih dulu. Sebab menurutnya, para wasit yang sudah lolos seleksi ini juga butuh waktu untuk diperbaiki kualitasnya.

“Yang penting, saya tahu emosi klub dan suporter lagi tinggi karena mereka melihat persaingan antar klub ini ketat sekali. Tetapi gini, wasit kita kan perlu waktu, kan mereka manusia juga,” ujar bekas presiden klub Inter Milan itu.

“Kalau ada kesalahan ya kita perbaiki. Tapi kalau memang salah tetap kami hukum. Kalau ada yang bermain uang? Ya kita tangkep, saya gigit duluan. Ya ini jadi kasih kesempatan kalau memang konteksnya kita sedang perbaikan, tidak mungkin wasit kita langsung menjadi bagus,” sambung Erick.

Baca Juga: 4 Cara Mengatasi Bayi Susah BAB, Periksa Kandungan Kandungan MPASI-nya!

Load More