/
Minggu, 30 Juli 2023 | 09:33 WIB
Presiden Jokowi dan Xi Jinping. (BPMI Sekretariat Presiden])

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu memberikan kritikan pedas terkait pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Presiden China Xi Jinping. Kritikan itu terkait sikap Presiden Jokowi yang meminta bantuan China terkait pembangunan Ibu Kota Negara atau IKN Nusantara.

Melalui akun Twitternya, Said Didu membagikan pemberitaan seputar pertemuan Jokowi dengan Xi Jinping. Dalam berita ini, Jokowi tampak meminta bantuan China untuk menyusun detail desain IKN. Terlebih, kata Jokowi, China berpengalaman mendesain kecanggihan salah satu wilayah mereka, yakni Shenzhen.

Mengenai itu, Said Didu langsung melayangkan sindiran pedas. Ia menilai rakyat agar tidak lupa terkait nasib kereta api cepat Jakarta - Bandung yang merupakan kerjasama Indonesia dengan China. 

Menurutnya, pembangunan kereta api cepat itu kini sudah menjadi beban negara yang besar. Ini karena besarnya utang Indonesia dengan China demi membangun kereta api cepat rute Jakarta - Bandung tersebut.

"Semoga rakyat tidak lupa saat China 'diminta' membuat rencana kereta api cepat Jakarta - Bandung yang akhirnya menjadi beban seluruh rakyat," kritik Said Didu dalam cuitannya pada Sabtu (28/7/2023).

Said Didu pun menilai aksi Jokowi meminta bantuan Xi Jinping itu seolah telah memberikan IKN ke China.

"Sekarang IKN 'diberikan' ke China," sindir pedas pegiat media sosial ini.

Kritikan Said Didu yang dilayangkan ke Jokowi itu pun langsung menuai atensi besar warganet. Terbukti hingga berita ini dipublikasikan, cuitannya telah dibaca 137 ribu kali dan mendapatkan ribuan tanda suka.

Selain itu, kolom komentar juga langsung dibanjiri warganet dengan beragam pendapat. Dari yang setuju dengan Said Didu dan menyindir Jokowi, hingga balas mengkritik opini Said Didu tersebut.

Baca Juga: Membernya Dapat Ancaman, Agensi ZEROBASEONE Siap Tempuh Jalur Hukum

"IKN the next China province," sindir warganet.

"Sebenarnya dia itu bekerja untuk bangsa Indonesia atau untuk China?" tanya warganet.

"Kok buat ibu kota diserahkan ke asing? Bisa-bisa seluruh penghuni ibu kota bisa di pantau aktivitas dan disadap pembicaraannya," timpal lainnya.

"Tweet pembodohan. Apa salahnya membeli kemudahan dan kecepatan bagi transportasi rakyat! Toh peminjaman itu akan dibayar dari hasil kereta cepat itu sendiri, bukan asal minta-minta ke rakyat tanpa timbal balik untung," bela warganet.

"Oalah pak Dhe pak Dhe. Pak Jokowi itu mengajak China untuk investasi bukan memberikan. Jangan provokasi terus dong pak Dhe. Jian kok sakit hati berkelanjutan, pernyataan Anda sangat membodohi rakyat bos," tambah yang lain.

"Tetap dukung jokowi, hasilnya memang belum tampak, tapi akan nampak di 7 generasi Anda nanti. Artinya kemegahan Indonesia gak akan Anda dan saya nikmati," komentar warganet.

Load More